Kecapi meratap untuk Moab

Yesaya 16:11

Ratapan atas Kesombongan Moab

Oleh karena itu, hatiku seperti kecapi untuk Moab, dan perasaan batinku untuk Kir-Hareset.

Yesaya 16:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 16:11?

Hati nabi Yesaya tergetar seperti kecapi, bergetar karena belas kasihan mendengar malapetaka yang menimpa Moab dan Kir-Hareset. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak senang menghukum, tetapi belas kasihan-Nya tetap ada.

Latar belakang

Meratap dengan hati yang hancur

Yesaya berkata bahwa hatinya seperti kecapi yang meratap untuk Moab, dan perasaannya juga untuk Kir-Hareset, kota penting Moab. Ini menunjukkan bahwa nabi ikut merasakan penderitaan bangsa yang dihukum.

Di mana

Yerusalem

Di kota, mungkin di bait Allah

Kapan

~700 SM

Zaman Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Asyur
Hukuman Moab
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740–680 SM

B

Kepada

Bangsa Yehuda

Kerajaan Selatan, keturunan Daud

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לִבִּי

libbi · hatiku

hati, batin, organ dalam

כִּנּוֹר

kinnor · kecapi

alat musik petik, seperti harpa kecil

מֵעַי

me'ai · perasaan batinku

usus, perut, sebagai pusat emosi

Kata 'libbi' (hati) dan 'me'ai' (usus) menunjukkan emosi yang dalam, dan 'kinnor' (kecapi) menjadi metafora untuk melodi ratapan—gambaran empati yang kuat.

Tahukah kamu

Kecapi sebagai ekspresi emosi

Kecapi adalah alat musik kuno yang sering digunakan dalam ratapan. Di sini, hati nabi disamakan dengan kecapi yang menghasilkan nada duka.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 16:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 16:11

✕  Sering dikira

Yesaya bersedih karena dia juga akan dihukum.

✓  Yang sebenarnya

Dia bersedih karena kasihannya kepada Moab, meskipun mereka musuh.

✕  Sering dikira

Kecapi hanya sekadar alat musik.

✓  Yang sebenarnya

Ini simbol kesedihan yang melodius, bukan sekadar alat.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 16:11

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang dihukum. Kita pun harus memiliki hati yang berbelas kasihan, bahkan kepada mereka yang terkena akibat dosa mereka sendiri. Jangan cepat menghakimi, tetapi doakan mereka dengan kasih.

Tuhan, beri aku hati yang berbelas kasihan seperti hati-Mu, agar aku dapat merasakan kepedihan orang lain dan mendoakan mereka dengan tulus. Amin.