Tangisan di Jalan-Jalan
Yesaya 15:3
Pesan Ilahi tentang Moab
“Di jalan-jalan, mereka mengenakan kain kabung, di atas atap rumah dan di tempat-tempat umum, setiap orang menangis tersedu-sedu dengan air mata bercucuran.”Yesaya 15:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Di jalan-jalan orang berlilitkan kain kabung, di atas sotoh dan di tanah-tanah lapang sekaliannya meratap, sedang air mata bercucuran.”Yesaya 15:3 · TB
Terjemahan Baru
“Orang-orang di jalan berpakaian kain karung tanda berkabung; orang meratap dan menangis di tanah lapang dan di atap rumah.”Yesaya 15:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“In their streets they shall gird themselves with sackcloth: on the tops of their houses, and in their streets, every one shall howl, weeping abundantly.”Yesaya 15:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 15:3?
Orang Moab menunjukkan duka cita secara terbuka: mereka memakai kain kabung di jalan-jalan, menangis di atas atap rumah dan di tempat umum. Ini menunjukkan bahwa bencana itu sangat dahsyat sehingga semua orang meratap.
Latar belakang
Duka di Ruang Publik
Seluruh kota Moab tampak berkabung: orang-orang memakai kain kabung, menangis di jalan-jalan, di atap rumah, dan di tempat umum. Air mata bercucuran menunjukkan kesedihan yang tak terkendali.
Di mana
Moab
Jalan-jalan kota, atap rumah, tempat umum siang hari
Kapan
~700 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Yesaya
Nabi di Yehuda, ~40 tahun, keras namun penuh belas kasih.
Kepada
Bangsa Yehuda
Kerajaan selatan, sedang menghadapi ancaman Asyur.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׂק
saq · kain kabung
Kain kasar dari bulu kambing, dipakai sebagai tanda berkabung
יֶלֶל
yelal · menangis tersedu-sedu
Meratap, melolong
דִּמְעָה
dim'ah · air mata
Air mata, tangisan
'Yelal' berarti lolongan, menunjukkan tangisan yang melengking dan tak terkendali. Gabungan 'saq' dan 'dim'ah' menekankan duka yang lahiriah dan batiniah, seluruh tubuh terlibat dalam ratapan.
Tahukah kamu
Kain kabung dan atap rumah
Atap rumah di Timur Tengah kuno adalah tempat yang datar dan dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Menangis di atap menunjukkan bahwa duka itu sangat terbuka dan meluas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 15:3
Yoel 2:12
Tanda duka
“Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan meratap.”
Ayub 2:8
Berkabung
“Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.”
Yesaya 22:12
Ratapan umum
“Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam memanggil untuk menangis dan meratap, untuk menggunduli kepala dan memakai kain kabung.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 15:3
✕ Sering dikira
Menganggap mereka menangis karena masih diberi kesempatan untuk bertobat.
✓ Yang sebenarnya
Di sini mereka bukan bertobat, melainkan berduka atas kehancuran yang sudah terjadi atau akan segera terjadi.
✕ Sering dikira
Membayangkan kain kabung hanya dipakai di tubuh bagian atas.
✓ Yang sebenarnya
Kain kabung biasanya dipakai melilit pinggang atau menutupi tubuh bagian bawah, sebagai tanda berkabung.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 15:3
Kita tidak perlu menyembunyikan kesedihan kita. Berbagi beban dengan orang lain dan mengungkapkan perasaan kepada Tuhan adalah cara yang sehat untuk mengatasi duka.
Tuhan, berikanlah aku keberanian untuk jujur tentang perasaanku dan untuk mencari dukungan dari orang-orang yang Engkau taruh di sekelilingku. Amin.