Ayub di tengah abu, menggaruk dengan pecahan tembikar

Ayub 2:8

Ujian kedua: penderitaan dan kesetiaan

PerikopSetan Mengganggu Ayub Lagi · Ayub 2:1-10 →
“Ayub mengambil sekeping pecahan tembikar untuk menggaruk-garuk badannya sendiri, sementara dia duduk di tengah-tengah abu.”

Ayub 2:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 2:8?

Ayub duduk di abu, menggunakan pecahan tembikar untuk menggaruk tubuhnya yang sakit. Ini gambaran penderitaan yang dalam dan penghinaan, karena duduk di abu adalah tanda berkabung dan penyesalan, tetapi Ayub tidak berdosa.

Latar belakang

Duduk di abu: tanda kesedihan dan penghinaan

Ayub mengambil pecahan tembikar untuk menggaruk-garuk tubuhnya yang sakit, dan duduk di tengah-tengah abu. Ini adalah tindakan berkabung dan merendahkan diri, menunjukkan penderitaannya yang luar biasa.

Di mana

Tanah Us

Di tempat pembuangan sampah atau tempat abu di luar kota

Kapan

~950 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub terkena borok
Istri Ayub menyuruhnya mengutuk Allah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Ayub

Penulis anonim yang mencatat penderitaan Ayub

P

Kepada

Pembaca

Semua orang yang membaca kisah Ayub

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֶרֶשׂ

cheres · pecahan tembikar

serpihan keramik atau tembikar

גָּרַד

garad · menggaruk-garuk

menggores atau menggaruk kulit

אֵפֶר

epher · abu

debu/abu sisa pembakaran

Ketiga kata ini menggambarkan tindakan Ayub yang sangat putus asa dan hina, namun juga menunjukkan kesadarannya akan kondisi tubuhnya yang buruk tanpa mengutuk Allah.

Tahukah kamu

Abu sebagai tanda berkabung

Duduk di abu adalah cara umum orang Timur Tengah kuno untuk menunjukkan kesedihan dan penyesalan, seperti dalam Yunus 3:6.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 2:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 2:8

✕  Sering dikira

Ayub duduk di abu karena dosanya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub duduk di abu sebagai tanda berkabung dan penderitaan, bukan karena dihukum karena dosa.

✕  Sering dikira

Menggaruk dengan pecahan tembikar adalah hal yang normal.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah tindakan putus asa karena gatal dan sakit yang tak tertahankan, menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 2:8

Ketika dunia kita hancur, kita boleh berduka dan meratap. Tuhan tidak menghukum kita karena jujur tentang kesakitan kita, justru Dia ingin kita datang kepada-Nya dengan apa adanya.

Tuhan, dalam masa sulit, ijinkan aku datang kepada-Mu dengan jujur, tanpa berpura-pura kuat, Amin.