Tuhan Melawan Babel

Yesaya 14:22

Kejatuhan Raja Babel

“Aku akan berdiri melawan mereka,” firman TUHAN semesta alam, “dan akan memusnahkan dari Babel namanya, sisa-sisanya, dan juga anak cucunya,” firman TUHAN.

Yesaya 14:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 14:22?

Tuhan semesta alam berfirman bahwa Dia akan melawan Babel dan memusnahkan nama, sisa, serta anak cucunya. Ini menunjukkan kepastian penghakiman ilahi atas kesombongan dan kejahatan Babel.

Latar belakang

Pembalasan atas Babel

Tuhan menyatakan akan bangkit melawan Babel dan memusnahkan namanya, sisa-sisanya, dan anak cucunya. Ini adalah bagian dari pidato ejekan terhadap raja Babel yang sombong.

Di mana

Yerusalem

Dalam konteks nubuat, di kota Yerusalem

Kapan

~700 SM

Periode Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Ahas
Kejatuhan Babel
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah Israel, Yang Mahakuasa

B

Kepada

Bangsa-bangsa

Pendengar universal, termasuk Israel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קוּם

qum · melawan

berdiri, bangkit

כָּרַת

karat · memusnahkan

memotong, melenyapkan

שֵׁם

shem · nama

nama, reputasi

Kata 'qum' berarti bangkit dengan otoritas, 'karat' berarti memotong seperti memotong pohon, dan 'shem' berarti reputasi. Jadi, Tuhan akan memotong total reputasi Babel sampai tidak ada yang tersisa.

Tahukah kamu

Sapu kehancuran

Dalam ayat 23, Tuhan menggunakan metafora 'sapu' untuk menunjukkan penghapusan total. Babel secara harfiah menjadi reruntuhan, dan kata 'landak' mungkin merujuk pada burung hantu atau binatang liar yang menghuni tempat sepi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 14:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 14:22

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang raja Babel secara pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Ini merujuk pada seluruh dinasti dan kekuatan Babel, bukan hanya satu raja.

✕  Sering dikira

Tuhan membenci orang Babel dan ingin memusnahkan mereka semua.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah penghakiman atas kejahatan dan kesombongan, bukan kebencian etnis.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 14:22

Tuhan tidak tinggal diam terhadap kejahatan. Ketika kita melihat ketidakadilan, kita dapat percaya bahwa Tuhan akan bertindak pada waktunya, dan kita dipanggil untuk berpihak pada kebenaran.

Tuhan, Engkau adalah Hakim yang adil. Aku percaya pada keadilan-Mu, dan mampukanlah aku untuk hidup benar di dunia ini. Amin.