Batu besar dilempar sebagai tanda akhir
Wahyu 18:21
Jatuhnya Babel
“Lalu, satu malaikat yang kuat mengangkat sebuah batu yang besarnya seperti batu kilangan dan melemparkannya ke laut serta berkata, “Seperti itulah Babel, kota besar itu, akan dijatuhkan dan tidak akan pernah ditemukan lagi.”Wahyu 18:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.”Wahyu 18:21 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah itu, seorang malaikat yang perkasa mengangkat sebuah batu--sebesar batu gilingan yang besar--lalu melemparkannya ke dalam laut serta berkata, "Beginilah caranya kota Babel yang termasyhur itu akan dilemparkan dengan keras sehingga tidak akan dijumpai lagi.”Wahyu 18:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu satu malaikat yang kuat mengangkat sebuah batu besar, sebesar batu gilingan gandum yang diputar dengan tenaga keledai. Dia melemparkannya ke dalam laut sambil berkata,“Dengan kekerasan seperti inilah kota Babel yang besar itu akan dibinasakansampai tidak ditemukan lagi!”Wahyu 18:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And a mighty angel took up a stone like a great millstone, and cast it into the sea, saying, Thus with violence shall that great city Babylon be thrown down, and shall be found no more at all.”Wahyu 18:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 18:21?
Ayat ini menunjukkan tindakan simbolis: seorang malaikat melemparkan batu besar ke laut, menggambarkan bahwa Babel akan dijatuhkan secara tiba-tiba dan tidak akan pernah ditemukan lagi. Ini menegaskan kehancuran total yang akan terjadi.
Latar belakang
Simbol visual penghancuran yang final
Seorang malaikat yang kuat mengangkat batu sebesar batu penggiling dan melemparkannya ke laut. Ini adalah tanda visual yang dramatis bahwa Babel akan jatuh secara permanen—tidak akan pernah bangkit kembali. Sesuatu yang sedemikian besar dan berat menghilang dalam laut sama halnya dengan Babel menghilang dari sejarah dan memori selamanya.
Di mana
Di atas laut
Batu besar yang melambangkan akhir dari Babel
Kapan
~95 M
Tanda finalistik dari penghancuran
Yang berbicara
Malaikat yang kuat
Pelaksana keputusan ilahi yang final
Kepada
Semua penghuni bumi
Mereka yang akan menjadi saksi tanda final
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀγγέλου ἰσχυροῦ
angelou ischyrou · mighty angel
Malaikat yang kuat; hanya kekuatan ilahi yang dapat melakukan ini
μύλος
mylos · millstone
Batu penggiling; simbol kehidupan sehari-hari yang akan hilang
βάλλω
ballō · sank
Lenyap, hilang di dasar laut; tidak ada pemulihan
Tindakan malaikat yang menjatuhkan batu penggiling ke laut adalah simbol bahwa Babel akan dihancurkan begitu sepenuhnya sehingga tidak akan ada kemungkinan pemulihan atau pengingatan yang tersisa.
Tahukah kamu
Batu penggiling adalah berat dan fundamental
Batu penggiling digunakan setiap hari untuk menggiling bijian bagi roti. Itu adalah alat fundamental dari kehidupan. Sesuatu yang seberat itu, ketika dilempar ke laut, akan tenggelam tanpa harapan untuk dipulihkan. Babel akan menghilang begitu sepenuhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 18:21
Matius 18:6
Tentang hukuman yang mendalam untuk mereka yang telah menyebabkan jatuh
“Lebih baik jika sebuah batu penggiling digantung di lehermu dan kamu dibuang ke laut yang dalam”
Yeremia 51:63-64
Nubuat Yeremia yang menggunakan citra serupa tentang Babel tenggelam selamanya
“Ikat sebuah batu pada kitab ini dan lemparkan ke Efrat... Babel akan tenggelam demikian juga... kelelahan”
Wahyu 12:12
Tentang tanda-tanda dalam Wahyu dari penghakiman yang akan datang ke dunia
“Celaka bagi bumi dan laut karena setan telah turun... dalam amarahnya yang besar”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 18:21
✕ Sering dikira
Batu penggiling adalah alat Babel yang akan dihancurkan
✓ Yang sebenarnya
Batu penggiling adalah simbol dari setiap aspek kehidupan Babel—bahkan hal-hal yang paling fundamental dan sehari-hari akan hilang sepenuhnya
✕ Sering dikira
Babel akan memiliki kesempatan untuk naik kembali dari laut
✓ Yang sebenarnya
Seperti batu yang tenggelam di laut dalam, Babel tidak akan pernah kembali—penghancurannya adalah final dan selamanya
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 18:21
Kekuasaan dan kekayaan tidak bertahan selamanya. Jika kita mengandalkannya, kita akan kecewa. Hanya Tuhan yang tidak pernah berubah.
Tuhan, tolong aku untuk tidak meletakkan kepercayaanku pada hal-hal yang sementara. Amin.