Raja-raja Beristirahat dalam Kemuliaan

Yesaya 14:18

Jatuhnya Babel dan Kebangkitan Israel

Semua raja bangsa-bangsa berbaring dalam kemuliaan, masing-masing dalam istananya.

Yesaya 14:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 14:18?

Raja Babel tidak akan disatukan dengan raja-raja lain dalam kubur karena dia telah menghancurkan negerinya dan membunuh rakyatnya. Keturunannya juga akan dibinasakan, sehingga tidak ada yang meneruskan namanya.

Latar belakang

Kemuliaan yang Layak vs. Kehinaan

Penyair membandingkan raja-raja lain yang mati dan dikubur dengan hormat, sementara raja Babel dibuang tanpa kuburan yang layak.

Di mana

Babel

Dalam ibarat tentang raja Babel

Kapan

~700 SM

Zaman Kerajaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kejatuhan Samaria
Pembuangan Yehuda
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penyair

Pewarta ilahi yang menggubah ratapan

R

Kepada

Raja Babel

Tirani yang sombong, kini dihina

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַב

shakav · berbaring

beristirahat, tidur (kematian)

כָּבוֹד

kavod · kemuliaan

kehormatan, kemuliaan

בַּיִת

bayit · istana

rumah, makam

Ketiga kata ini menekankan bahwa raja Babel kehilangan kehormatan yang seharusnya ia miliki, bahkan tempat peristirahatan terakhirnya tidak layak.

Tahukah kamu

Makna dari 'Berbaring dalam Kemuliaan'

Di Timur Dekat kuno, dikubur dengan makam megah adalah kehormatan besar. Raja Babel kehilangan itu semua, menunjukkan penghinaan total.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 14:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 14:18

✕  Sering dikira

Ayat ini berbicara tentang semua raja yang baik.

✓  Yang sebenarnya

Ini hanya membandingkan raja Babel yang jahat dengan raja-raja lain, bukan menilai moralitas mereka.

✕  Sering dikira

Kemuliaan di sini adalah kemuliaan surgawi.

✓  Yang sebenarnya

Yang dimaksud adalah kehormatan dalam penguburan, bukan status kekekalan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 14:18

Setiap tindakan kita memiliki konsekuensi, termasuk bagi orang-orang di sekitar kita. Marilah kita bertanggung jawab atas pengaruh kita dan meninggalkan warisan yang baik.

Ya Bapa, berikan aku hikmat untuk menjadi pemimpin yang baik, agar aku tidak membawa kehancuran bagi orang lain, tetapi memberkati mereka. Amin.