Pukulan yang terus berlanjut

Yesaya 1:5

Peringatan bagi Bangsa yang Memberontak

Mengapa kamu harus dipukul lagi? Mengapa kamu terus-menerus memberontak? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati terasa lemah.

Yesaya 1:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 1:5?

Tuhan bertanya, 'Mengapa kamu harus dipukul lagi?' Karena umat terus memberontak, meskipun sudah dihukum. Keadaan mereka sangat buruk: seluruh kepala sakit dan hati lemah. Ini adalah gambaran dampak dosa yang membuat seluruh keberadaan manusia menderita.

Latar belakang

Kebodohan yang Terus Berlanjut

Yesaya mempertanyakan mengapa umat terus memberontak meskipun telah dipukul. Mereka seperti orang sakit yang kepalanya sakit dan hatinya lemah, simbol kondisi spiritual yang rusak parah.

Di mana

Yerusalem

Di pelataran Bait Allah, siang hari

Kapan

~740 SM

Periode para Nabi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemerintahan Uzia yang makmur
Kehancuran Israel Utara oleh Asyur
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi Allah, ~740 SM, dari keluarga terhormat

B

Kepada

Bangsa Yehuda dan Yerusalem

Umat pilihan Allah, keras kepala dan berdosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָכָה

nakah · dipukul

memukul atau menghajar, sering sebagai hukuman

סָרַר

sarar · memberontak

menjadi keras kepala atau suka melawan

חֳלִי

kholi · sakit

penyakit atau kelemahan fisik

Kata-kata ini menunjukkan bahwa hukuman Allah yang berulang tidak membuat mereka bertobat, tetapi justru semakin keras kepala, seperti penyakit yang semakin parah.

Tahukah kamu

Metafora tubuh

Dalam ayat ini, kepala dan hati digunakan sebagai metafora untuk kepemimpinan dan pusat emosi/kehendak, menunjukkan seluruh bangsa terkena dampak dosa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 1:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 1:5

✕  Sering dikira

Ayat ini mendukung gagasan bahwa Allah kejam dan suka menghukum.

✓  Yang sebenarnya

Hukuman Allah dimaksudkan untuk membawa umat kepada pertobatan, bukan untuk kepuasan diri-Nya.

✕  Sering dikira

Penyakit fisik selalu akibat dosa pribadi.

✓  Yang sebenarnya

Konteks ini berbicara tentang hukuman nasional kolektif, bukan diagnosis medis individual.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 1:5

Persistent sin leads to continuous discipline. It's better to repent than to keep enduring consequences.

Tuhan, hentikan pemberontakanku, dan pulihkan aku. Amin.