Pembuangan yang Akan Datang

Yeremia 7:15

Ancaman Pembuangan

PerikopKhotbah Yeremia · Yeremia 7:1-20 →
“Aku akan membuang kamu dari pandangan-Ku, sama seperti Aku membuang semua saudara laki-lakimu, seluruh keturunan Efraim.””

Yeremia 7:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 7:15?

Allah akan membuang bangsa Yehuda dari hadapan-Nya seperti Ia membuang kerajaan utara (Efraim). Ini adalah konsekuensi dari dosa yang terus-menerus.

Latar belakang

Hukuman atas Ketidaksetiaan

Allah menyatakan bahwa Dia akan membuang Yehuda dari hadapan-Nya, seperti Dia membuang kerajaan Israel Utara (Efraim). Ini adalah ancaman pembuangan yang nyata.

Di mana

Yerusalem

di bait Allah

Kapan

~600 SM

Zaman Kerajaan Yehuda (akhir)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Allah menghancurkan Silo
Israel Utara dibuang
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang menjatuhkan hukuman

Y

Kepada

Yeremia

Nabi yang mendengar firman Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁלַךְ

shalakh · membuang

melemparkan, membuang, mencampakkan

פָּנִים

panim · hadapan

wajah, permukaan, kehadiran

אָח

'akh · saudara

saudara laki-laki, kerabat

Kata 'membuang' (shalakh) berarti tindakan mencampakkan dengan kuat. 'Hadapan' (panim) menunjukkan kehadiran Allah; membuang dari hadapan-Nya berarti kehilangan perlindungan dan berkat-Nya. 'Saudara' (akh) menekankan hubungan kekeluargaan yang retak antara Yehuda dan Israel.

Tahukah kamu

Efraim adalah sebutan untuk Israel Utara

Efraim adalah suku terbesar di kerajaan utara, sehingga sering mewakili seluruh Israel Utara yang telah dibuang oleh Asyur pada tahun 722 SM.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 7:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 7:15

✕  Sering dikira

Allah kejam dan tanpa belas kasihan.

✓  Yang sebenarnya

Penghakiman ini adalah akibat dosa yang terus-menerus; Allah panjang sabar, tetapi keadilan-Nya pasti.

✕  Sering dikira

Pembuangan hanya untuk zaman dulu, tidak relevan sekarang.

✓  Yang sebenarnya

Ini menunjukkan prinsip kudus Allah: ketidaktaatan membawa konsekuensi; tetap relevan sebagai peringatan.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 7:15

Setiap pilihan yang kita buat memiliki konsekuensi. Jangan menipu diri dengan berpikir bahwa kita bisa hidup sesuka hati tanpa akibat. Hari ini, mari memilih untuk taat agar tidak mengalami penyesalan.

Tuhan, mampukan aku untuk berjalan dalam ketaatan, agar aku tetap berada dalam hadirat-Mu dan tidak terbuang. Amin.