Penjaga di Jalan Aroer

Yeremia 48:19

Penghakiman Moab: Kesombongan Dihukum

PerikopMengenai Moab · Yeremia 48:1-47 →
“Berdirilah di tepi jalan dan berjaga-jagalah, hai penduduk Aroer. Tanyailah dia yang melarikan diri dan dia yang lolos, katakan, ‘Apa yang telah terjadi?’”

Yeremia 48:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yeremia 48:19?

Penduduk Aroer diminta untuk berjaga-jaga di tepi jalan dan menanyakan kepada para pengungsi dari Moab tentang apa yang terjadi. Ini menggambarkan bahwa kehancuran Moab sudah nyata dan semua orang perlu waspada serta mendengar kabar yang pasti.

Latar belakang

Pertanyaan di Jalan

Penduduk Aroer diperintahkan untuk berdiri di jalan dan bertanya kepada para pelarian dari Moab. Mereka ingin tahu berita terkini tentang kehancuran Moab. Jawabannya di ayat berikutnya adalah bahwa Moab telah dipermalukan dan dihancurkan.

Di mana

Aroer

Di tepi jalan, dekat Arnon, menunggu pengungsi

Kapan

~605 SM

Periode kerajaan akhir Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Babel menaklukkan Asyur
Pembuangan Yehuda ke Babel
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yeremia

Nabi yang melayani Yehuda, ~80 tahun

P

Kepada

Penduduk Aroer

Kota perbatasan Moab yang menjadi saksi kehancuran

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֲמֹדִי

amodi · berdirilah

berdiri tegak, berdiri di tempat

שַׁאֲלִי

sha'ali · tanyailah

bertanya, meminta keterangan

נִהְיָתָה

nihyatah · terjadi

telah menjadi, telah terjadi

Ketiga kata ini menggambarkan sikap waspada dan ingin tahu. Mereka yang selamat harus bertanya tentang kenyataan pahit untuk mengerti penghakiman Allah.

Tahukah kamu

Aroer yang berbeda

Ada dua Aroer dalam Alkitab; yang ini di tepi Sungai Arnon, berbatasan dengan Moab. Sebelumnya, Aroer disebutkan sebagai kota yang ditaklukkan oleh Israel (Ulangan 2:36).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 48:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yeremia 48:19

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk penduduk kuno Aroer

✓  Yang sebenarnya

Ini juga gambaran kita: tetap waspada dan bertanya akan karya Allah di tengah krisis.

✕  Sering dikira

Pertanyaan mereka sia-sia karena Moab pasti hancur

✓  Yang sebenarnya

Mereka menanyakan kepastian penghakiman untuk menguatkan iman, bukan untuk meragukan Allah.

Renungan

Renungan Singkat Yeremia 48:19

Dalam hidup, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri atau orang lain tentang kondisi sebenarnya. Jangan menutup mata terhadap realita, terutama jika itu berkaitan dengan keputusan yang kita ambil.

Tuhan, berilah kami keberanian untuk melihat kenyataan dan kebijaksanaan untuk bertindak sesuai dengan firman-Mu. Amin.