Hukum anak sulung ternak
Ulangan 15:19-23
Peraturan tentang Anak Sulung Ternak
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Tuntutan kesucian anak sulung
Musa baru saja memberikan instruksi tentang perbudakan dan pembebasan. Kini dia berbicara tentang anak sulung ternak yang harus dikhususkan bagi TUHAN. Ini adalah bagian dari hukum-hukum yang harus ditaati Israel saat masuk ke tanah perjanjian.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan Israel, di seberang Sungai Yordan
Kapan
~1400 SM
Perjalanan menuju Kanaan
Yang berbicara
Musa
pemimpin umat Israel, ~120 tahun
Kepada
Orang Israel
umat pilihan Tuhan yang sedang menuju Kanaan
Arti tiap ayat
Penjelasan Ulangan 15:19-23 Ayat per Ayat
Ulangan 15:19
Ayat ini menetapkan bahwa anak sulung dari ternak jantan, baik sapi maupun domba, adalah kudus bagi TUHAN. Artinya, ternak tersebut harus dipersembahkan kepada Tuhan dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ulangan 15:20
Ayat ini menjelaskan bahwa anak sulung ternak yang dipersembahkan harus dimakan setiap tahun di hadapan TUHAN di tempat yang dipilih-Nya. Ini adalah perayaan syukur kepada Tuhan, di mana keluarga berkumpul untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ulangan 15:21
Ayat ini mengatakan bahwa jika ternak yang akan dipersembahkan memiliki cacat, seperti lumpuh atau buta, maka tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN. Ini menekankan bahwa persembahan kepada Tuhan haruslah yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ulangan 15:22
Ayat ini memberi instruksi bahwa ternak yang cacat boleh dimakan di kota, oleh orang bersih maupun najis, seperti halnya daging kijang atau rusa. Ini menunjukkan bahwa meskipun tidak layak untuk dipersembahkan, tetap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Ulangan 15:23
Ayat ini menegaskan larangan memakan darah. Darah harus dituangkan ke tanah seperti air. Ini adalah peraturan yang menekankan kesakralan darah, yang melambangkan kehidupan. Dalam konteks Perjanjian Lama, darah dipakai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →