9 ayat pilihan
Ayat Alkitab tentang Cerai
Apa kata Alkitab tentang perceraian? Alkitab berbicara tentang cerai dengan serius sekaligus penuh belas kasihan: Allah membenci perceraian karena ada hati yang terluka di dalamnya, tetapi Ia juga tidak menutup mata terhadap kerasnya hidup. Berikut ayat-ayat kunci tentang cerai beserta konteksnya.
Maleakhi 2:16
““‘Sebab Aku membenci perceraian,’ TUHAN, Allah Israel, berfirman. ‘Dan, orang yang menutupi kekerasan dengan pakaiannya,’ TUHAN semesta alam berfirman. Oleh sebab itu, peliharalah rohmu dan jangan berkhianat!””
Pernyataan sikap Allah yang paling mendasar tentang perceraian: Ia membencinya — bukan orangnya, melainkan luka yang ditimbulkannya.
Lihat arti & konteks Maleakhi 2:16 →Matius 19:6
“Jadi, mereka bukan lagi dua, melainkan satu tubuh. Karena itu, apa yang sudah dipersatukan Allah, manusia tidak boleh memisahkannya.””
Pernikahan adalah karya penyatuan Allah sendiri, bukan sekadar kontrak antar manusia.
Lihat arti & konteks Matius 19:6 →Matius 19:8
“Yesus berkata kepada mereka, “Karena kekerasan hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu. Akan tetapi, pada awalnya tidaklah demikian.”
Musa mengizinkan perceraian karena kedegilan hati manusia — sebuah izin, bukan perintah.
Lihat arti & konteks Matius 19:8 →Matius 5:32
“Akan tetapi, Aku mengatakan kepadamu bahwa siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena zina, ia membuat istrinya berzina. Dan, siapa yang menikah dengan perempuan yang telah diceraikan itu, ia juga berzina.”
Yesus mempersempit alasan perceraian yang pada zaman-Nya dianggap lumrah.
Lihat arti & konteks Matius 5:32 →Markus 10:9
“Jadi, apa yang telah Allah persatukan, jangan ada manusia yang memisahkan.””
Kalimat yang sering dikutip dalam pemberkatan nikah — konteks aslinya justru jawaban Yesus atas pertanyaan tentang cerai.
Lihat arti & konteks Markus 10:9 →Markus 10:11
“Karena itu, Dia berkata kepada mereka, “Siapa yang menceraikan istrinya dan menikahi yang lain, dia berbuat zina terhadap istrinya.”
Yesus menyetarakan laki-laki dan perempuan dalam tanggung jawab kesetiaan — radikal pada zamannya.
Lihat arti & konteks Markus 10:11 →1 Korintus 7:10
“Kepada yang menikah, aku berikan perintah-perintah ini (bukan dari aku, melainkan dari Tuhan), yaitu istri tidak boleh meninggalkan suaminya,”
Paulus meneruskan perintah Tuhan: jangan bercerai — dan jika sudah terlanjur berpisah, jalannya adalah berdamai.
Lihat arti & konteks 1 Korintus 7:10 →1 Korintus 7:15
“Namun, jika yang tidak percaya itu ingin berpisah, biarkan ia berpisah. Dalam hal seperti ini, saudara atau saudari tidak lagi terikat. Akan tetapi, Allah sudah memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera.”
Pengecualian Paulus bagi pasangan yang ditinggalkan oleh suami/istri yang tidak seiman.
Lihat arti & konteks 1 Korintus 7:15 →Ulangan 24:1
“Apabila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan menikahinya, lalu dia tidak menyukainya lagi karena dia mendapati hal yang memalukan. Kemudian, dia menulis surat cerai dan memberikannya kepada perempuan itu dan menyuruhnya pergi dari rumahnya.”
Aturan Musa yang menjadi latar perdebatan orang Farisi dengan Yesus soal cerai.
Lihat arti & konteks Ulangan 24:1 →