Yesus mempertegas soal cerai dan zina
Markus 10:11
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Karena itu, Dia berkata kepada mereka, “Siapa yang menceraikan istrinya dan menikahi yang lain, dia berbuat zina terhadap istrinya.”Markus 10:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.”Markus 10:11 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus berkata kepada mereka, "Siapa menceraikan istrinya lalu kawin dengan wanita lain, orang itu berzinah terhadap istrinya yang pertama itu.”Markus 10:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yesus berkata kepada mereka, “Ketika seorang suami menceraikan istrinya dan menikah lagi dengan perempuan lain, di mata Allah dia terus hidup berzina terhadap istrinya yang pertama.”Markus 10:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he saith unto them, Whosoever shall put away his wife, and marry another, committeth adultery against her.”Markus 10:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:11?
Yesus mengajarkan bahwa seorang pria yang menceraikan istrinya lalu menikahi perempuan lain, ia berbuat zina terhadap istrinya. Ini berarti perceraian tidak membatalkan ikatan pernikahan di mata Allah, dan pernikahan baru setelah perceraian dianggap sebagai perzinahan.
Latar belakang
Standar yang merata
Yesus menegaskan: jika laki-laki menceraikan istrinya dan menikah lagi, itu zina terhadap istri pertamanya. Ini luar biasa radikal di budaya di mana laki-laki punya hampir semua kuasa dalam pernikahan. Yesus tidak memberi laki-laki jalan keluar mudah — cerai dan nikah lagi bukan reset yang bersih.
Di mana
Rumah di Perea
Ruang privat setelah debat publik dengan Farisi
Kapan
~30 M
Pengajaran privat tentang pernikahan
Yang berbicara
Yesus
guru yang memperjelas implikasi ajarannya kepada murid-murid
Kepada
Murid-murid Yesus
kedua belas murid yang bertanya lebih lanjut di dalam rumah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπολύσῃ
apolyse · menceraikan
Aorist subjunctive — kondisi hipotetis: 'jika seseorang menceraikan'. Bukan perintah, tapi skenario yang direspons Yesus.
μοιχᾶται
moichatai · berbuat zina
Present tense — sedang terus-menerus berbuat zina. Bukan satu kejadian, tapi kondisi yang berlangsung selama pernikahan baru itu ada.
ἐπ' αὐτήν
ep auten · terhadap istrinya
Terhadap dia (perempuan itu) — zinah dilihat bukan sebagai pelanggaran terhadap perempuan baru, tapi terhadap istri pertama yang diceraikan.
Present tense 'moichatai' mengubah cara melihat pernikahan kedua setelah cerai — bukan awal yang baru, tapi kondisi yang berlangsung terus.
Tahukah kamu
Siapa yang dizinai?
Perhatikan frasa 'berbuat zina terhadap istrinya' — bukan 'terhadap perempuan baru'. Di hukum Yahudi tradisional, zinah terhadap istri orang lain (atau melibatkan perempuan betrothed). Yesus memperluas definisi: menceraikan istri sendiri pun bisa menjadi bentuk pengkhianatan padanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:11
Matius 5:32
paralel dalam khotbah di bukit
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Siapa yang menceraikan istrinya, kecuali karena cabul, ia menjadikan istrinya berzina...”
Lukas 16:18
Lukas mencatat ajaran yang sama dari Yesus
“Setiap orang yang menceraikan istrinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”
1 Korintus 7:11
Paulus memperinci implikasi praktis dari ajaran Yesus ini
“...jika ia berpisah, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:11
✕ Sering dikira
Yesus mengatakan pernikahan kedua selalu dosa dan tidak bisa diampuni
✓ Yang sebenarnya
Yesus menjelaskan prinsip moral pernikahan, bukan membuat list dosa yang tidak bisa diampuni. Seperti semua dosa lain, pengampunan dan pemulihan tetap mungkin.
✕ Sering dikira
'Zina terhadap istrinya' berarti istri yang diceraikan otomatis berdosa
✓ Yang sebenarnya
Zinah di sini adalah tindakan suami yang menceraikan — dia yang berbuat zina terhadap istrinya, bukan sebaliknya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:11
Ajaran ini menekankan keseriusan pernikahan dan perceraian. Bagi yang sudah menikah, jagalah kesetiaan dalam pikiran dan perbuatan. Bagi yang pernah bercerai, ada pengampunan dan pemulihan dari Allah, tetapi kita harus menghormati kekudusan pernikahan.
Ya Tuhan, peliharalah kami dalam kesetiaan, baik dalam pikiran maupun perbuatan, dan ampunilah kami ketika kami jatuh. Amin.