Allah yang Tidur?

Mazmur 44:23

Ratapan dalam Penderitaan

(44-24) Bangun! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitkan diri-Mu! Jangan menolak kami selama-lamanya!

Mazmur 44:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 44:23?

Pemazmur memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk bangun dan tidak tidur, karena rasanya Tuhan tidak peduli dengan penderitaan mereka. Ini adalah seruan yang jujur dan penuh emosi kepada Allah.

Latar belakang

Seruan agar Allah Bertindak

Pemazmur menggunakan bahasa yang sangat antropomorfis, menggambarkan Allah seakan tidur, untuk menekankan ketidakpedulian yang tampak. Dia mendesak Tuhan untuk bangun dan tidak menolak umat-Nya selamanya.

Di mana

Yerusalem

Di Bait Allah, saat ibadah

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Umat dibunuh
Permohonan agar Allah menolong
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pemazmur (Korah)

Anggota keluarga Korah, pelayan Bait Allah, ~1000 SM

A

Kepada

Allah

Tuhan yang disembah, setia pada perjanjian

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עוּרָה

urah · Bangun

bangun dari tidur, terjaga

יָשֵׁן

yashen · tidur

tidur, tertidur

זָנַח

zanach · menolak

menolak, menolak dengan keras

Kata-kata 'bangun', 'tidur', dan 'menolak' membentuk gambaran bahwa Allah seakan tidak aktif dan membuang umat-Nya. Namun, seruan ini adalah ekspresi iman yang berani: jika Allah adalah Raja, Dia harus bertindak.

Tahukah kamu

Allah Tidak Tidur

Dalam budaya Timur Dekat kuno, dewa-dewa sering digambarkan tidur, tetapi Alkitab menegaskan bahwa Penjaga Israel tidak mengantuk atau tidur (Mazmur 121:4). Seruan ini adalah kiasan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 44:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 44:23

✕  Sering dikira

Menganggap Allah benar-benar tidur secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah kiasan untuk menggambarkan perasaan ditinggalkan, bukan pernyataan teologis bahwa Allah tidur.

✕  Sering dikira

Mengira umat sungguh ditolak selamanya.

✓  Yang sebenarnya

Seruan ini menyiratkan harapan bahwa Allah akan bangun dan memulihkan, karena 'selamanya' adalah hiperbola.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 44:23

Ada kalanya kita merasa Tuhan 'tidur' dan tidak menjawab doa kita. Dalam saat seperti itu, jangan ragu untuk mengungkapkan kekecewaan kita kepada-Nya. Dia bisa menanggung semua keluhan kita. Justru dengan berterus terang, hubungan kita dengan-Nya semakin dalam.

Bangunlah, ya Tuhan, dan perhatikanlah penderitaanku; janganlah Engkau menolak aku selama-lamanya. Amin.