Curahkan Air dan Puasa
1 Samuel 7:6
Samuel Memimpin Israel Kembali kepada TUHAN
PerikopTUHAN Menyelamatkan Israel · 1 Samuel 7:3-11 →“Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Pada hari itu, mereka berpuasa di sana dan mengaku, “Kami berdosa kepada TUHAN.” Samuel pun menjadi hakim atas orang Israel di Mizpa.”1 Samuel 7:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa.”1 Samuel 7:6 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu berkumpullah mereka semua di Mizpa. Mereka menimba air lalu menuangkannya sebagai persembahan kepada TUHAN, selanjutnya mereka berpuasa sepanjang hari itu. Kata mereka, "Kami telah berdosa kepada TUHAN." (Di Mizpa itu Samuel mulai menyelesaikan perkara-perkara perselisihan orang Israel.)”1 Samuel 7:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah umat Israel berkumpul di Mispa, mereka membuat upacara di mana mereka menuangkan air sebagai tanda pertobatan yang melambangkan bahwa jiwa mereka sungguh-sungguh diserahkan kepada TUHAN. Sepanjang hari itu mereka berpuasa dan berseru meminta ampunan dengan mengatakan, “Kami sudah berdosa terhadap TUHAN!” Di tempat inilah Samuel mulai menjadi hakim bagi umat Israel.”1 Samuel 7:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they gathered together to Mizpeh, and drew water, and poured it out before the LORD, and fasted on that day, and said there, We have sinned against the LORD. And Samuel judged the children of Israel in Mizpeh.”1 Samuel 7:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 7:6?
Di Mizpa, bangsa Israel mencurahkan air di hadapan TUHAN, berpuasa, dan mengakui dosa mereka kepada TUHAN. Samuel menjadi hakim atas mereka. Ini adalah ekspresi penyesalan dan kerendahan hati yang dalam di hadapan Allah.
Latar belakang
Ritual Air dan Pengakuan Dosa
Orang Israel menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN, mungkin melambangkan pembuangan dosa. Mereka berpuasa dan mengaku, 'Kami berdosa kepada TUHAN.' Samuel menghakimi mereka di Mizpa.
Di mana
Mizpa
Di tempat berkumpul, mungkin dekat sumber air
Kapan
~1050 SM
Zaman hakim-hakim
Yang berbicara
Narator
Penulis sejarah Israel, kemungkinan dari kalangan nabi
Kepada
Pembaca
Komunitas iman yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּשְׁאֲבוּ
wayyish'avu · menimba
mereka menarik air dari sumur, tindakan dengan effort.
וַיִּשְׁפְּכוּ
wayyishpechu · mencurahkannya
menuangkan, mengalirkan; gambar penyerahan total.
וַיָּצוּמוּ
wayyatsumu · berpuasa
tidak makan, tanda merendahkan diri dan fokus pada Allah.
Dari menimba dan mencurahkan air hingga berpuasa, semua tindakan ini menunjukkan penyerahan diri. Mereka membuang apa yang berharga sebagai tanda penyesalan.
Tahukah kamu
Mencurahkan air memiliki makna simbolis
Dalam beberapa ritual Perjanjian Lama, air yang dicurahkan melambangkan kehampaan dan ketergantungan pada Allah. Ini bukan sekadar acara syukur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 7:6
1 Samuel 7:6
Ayat ini sendiri
“Mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN ... kami berdosa.”
2 Samuel 23:16
Menimba air
“Kemudian tiga pahlawan itu menembus perkemahan orang Filistin, lalu menimba air”
Nehemia 9:1
Puasa dan pengakuan
“Orang Israel berkumpul sambil berpuasa, memakai kain kabung dan tanah di kepala”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 7:6
✕ Sering dikira
Ritual air ini adalah sakramen.
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan sakramen, tetapi simbol penyesalan; tidak diperintahkan khusus.
✕ Sering dikira
Puasa membuat mereka mendapat kemenangan.
✓ Yang sebenarnya
Kemenangan berasal dari TUHAN, bukan dari ritus; puasa menunjukkan hati yang rendah.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 7:6
Pengakuan dosa yang tulus disertai dengan sikap rendah hati dan puasa dapat membawa pemulihan. Kita perlu meluangkan waktu untuk mengaku dosa kepada Tuhan dengan jujur, mungkin dengan menulis atau berdoa, dan merendahkan diri di hadapan-Nya.
Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami, dan mampukan kami untuk mengakuinya dengan rendah hati serta berpaling dari segala kejahatan. Amin.