Hikmat yang diselamatkan, dilupakan
Pengkhotbah 9:13-18
Hikmat Lebih Baik daripada Kebodohan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Sebuah Perumpamaan Hikmat
Pengkhotbah mengamati kehidupan dan menemukan contoh hikmat yang mengesankan. Dia menceritakan tentang kota kecil yang diselamatkan oleh orang miskin yang bijaksana, tetapi kemudian dilupakan.
Di mana
Yerusalem
Di ruang belajar, merenungkan kehidupan
Kapan
~950 SM
Zaman Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Sang guru hikmat, mungkin Salomo
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang merenungkan makna hidup
Arti tiap ayat
Penjelasan Pengkhotbah 9:13-18 Ayat per Ayat
Pengkhotbah 9:13
Ayat ini memperkenalkan sebuah perumpamaan tentang hikmat yang tersembunyi dan tidak dihargai. Pengkhotbah melihat contoh nyata bahwa hikmat, meskipun besar nilainya, sering kali tidak mendapat pengakuan yang layak.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 9:14
Ayat ini menggambarkan situasi genting: sebuah kota kecil yang penduduknya sedikit diserang oleh raja besar dengan pasukan yang kuat. Ini menunjukkan betapa tidak berdayanya manusia tanpa hikmat di tengah ancaman besar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 9:15
Ayat ini menceritakan bahwa seorang miskin yang berhikmat menyelamatkan kota dengan kepandaiannya, tetapi setelah itu ia dilupakan. Ini menunjukkan ironi bahwa hikmat yang menyelamatkan sering tidak dihargai atau…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 9:16
Ayat ini menegaskan bahwa hikmat lebih unggul daripada kekuatan, tetapi hikmat dari orang miskin sering dihina dan perkataannya tidak didengarkan. Ini menyoroti kecenderungan manusia menilai berdasarkan status sosial.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 9:17
Ayat ini membandingkan perkataan orang berhikmat yang tenang dengan teriakan penguasa di antara orang bodoh. Perkataan yang tenang dan bijak lebih berharga daripada suara keras yang tidak disertai hikmat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Pengkhotbah 9:18
Ayat ini menyimpulkan bahwa hikmat lebih baik daripada senjata perang, tetapi satu dosa dapat merusak banyak kebaikan. Ini adalah peringatan bahwa sangat mudah bagi kejahatan untuk menghancurkan manfaat hikmat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →