Kota Kecil Dikepung
Pengkhotbah 9:14
Nasib dan Hikmat di Bawah Matahari
“Ada sebuah kota kecil berpenduduk sedikit. Kemudian, seorang raja besar menyerbunya, mengepungnya, dan membangun kubu-kubu pengepungan besar terhadapnya.”Pengkhotbah 9:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok- tembok pengepungan yang besar terhadapnya;”Pengkhotbah 9:14 · TB
Terjemahan Baru
“Ada sebuah kota kecil yang sedikit penduduknya. Pada suatu hari seorang raja besar datang menyerang kota itu. Ia mengepungnya dan bersiap-siap mendobrak temboknya.”Pengkhotbah 9:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ada sebuah kota kecil yang jumlah penduduknya sedikit. Pada suatu hari datanglah seorang raja terkenal yang ingin menguasai kota tersebut. Raja itu menyuruh pasukannya menyerang dan mengepung kota itu untuk menerobos masuk.”Pengkhotbah 9:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There was a little city, and few men within it; and there came a great king against it, and besieged it, and built great bulwarks against it:”Pengkhotbah 9:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 9:14?
Ayat ini menggambarkan situasi genting: sebuah kota kecil yang penduduknya sedikit diserang oleh raja besar dengan pasukan yang kuat. Ini menunjukkan betapa tidak berdayanya manusia tanpa hikmat di tengah ancaman besar.
Latar belakang
Ancaman Raja Besar
Dalam perumpamaan itu, sebuah kota kecil dengan sedikit penduduk dikepung oleh raja besar. Sang raja membangun kubu pengepungan yang hebat, menunjukkan situasi genting yang memerlukan hikmat untuk bertahan.
Di mana
Yerusalem
Dalam suasana kontemplasi
Kapan
~950 SM
Zaman Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Sang guru hikmat, mungkin Salomo
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang merenungkan makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עִיר
ir · kota
kota atau pemukiman yang memiliki benteng
קָטָן
katan · kecil
berukuran kecil, tidak banyak jumlahnya
צוּר
tsur · mengepung
mengepung, memusuhi, atau menyerang dari segala sisi
Ketiga kata menggambarkan ketidakseimbangan kekuatan: kota kecil yang terkepung. Ini menekankan kerentanan manusia dan betapa hikmat justru muncul dalam keadaan terjepit.
Tahukah kamu
Kota dalam Perumpamaan
Kota kecil ini sering ditafsirkan sebagai metafora manusia yang lemah di hadapan kuasa besar dunia, tetapi hikmat bisa menjadi penyelamat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 9:14
Amsal 21:22
hikmat lebih kuat
“Orang bijak memanjat kota para pahlawan dan merobohkan benteng yang mereka percayai.”
Mazmur 33:16-17
kekuatan tak menjamin
“Seorang raja tidak selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak tertolong oleh besarnya kekuatan.”
Yosua 6:20
kota jatuh
“Lalu bersorak-soraklah bangsa itu, dan merekapun meniup sangkakala. Segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersorak-soraklah mereka dengan nyaring, maka robohlah tembok kota itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 9:14
✕ Sering dikira
Menganggap raja besar adalah simbol Setan.
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini tentang kuasa duniawi, bukan secara khusus roh jahat.
✕ Sering dikira
Mengira kota itu harus ditafsirkan secara harfiah selalu.
✓ Yang sebenarnya
Ini perumpamaan untuk mengilustrasikan hikmat yang terlupakan.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 9:14
Kita mungkin menghadapi masalah yang tampak mustahil, seperti kota kecil melawan raja besar. Ingatlah bahwa hikmat dari Tuhan dapat memberikan solusi di luar dugaan kita.
Ya Tuhan, ketika aku terjepit oleh masalah besar, berikanlah aku hikmat-Mu untuk menemukan jalan keluar. Amin.