Pengadilan yang korup

Pengkhotbah 3:16-22

Ketidakadilan dalam Hidup

Latar belakang

Ketidakadilan di pengadilan

Pengkhotbah mengamati bahwa di tempat di mana seharusnya ada keadilan, justru ada kejahatan dan korupsi. Ini membuatnya merenungkan apakah ada harapan bagi orang benar.

Di mana

Yerusalem

Di bait suci, sambil merenung

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Rabi tua, bijaksana, ~80 tahun

P

Kepada

Pembaca / umat

Orang-orang yang mencari makna hidup

Arti tiap ayat

Penjelasan Pengkhotbah 3:16-22 Ayat per Ayat

Pengkhotbah 3:16

Ayat ini mengamati kenyataan pahit bahwa di tempat di mana seharusnya ada keadilan dan kebenaran, justru ada kejahatan dan ketidakadilan. Pengkhotbah melihat ketidakadilan di pengadilan dan di tempat kebenaran,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:17

Ayat ini adalah jawaban Pengkhotbah atas ketidakadilan yang dia lihat: Allah akan menghakimi orang benar dan orang fasik. Ada waktu tertentu untuk setiap maksud dan setiap pekerjaan, termasuk waktu penghakiman yang adil.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:18

Ayat ini menyatakan bahwa Allah menguji manusia melalui kehidupan untuk menunjukkan bahwa mereka sama seperti binatang—fana dan terbatas. Ini adalah pengingat akan kerapuhan manusia dan kebutuhan akan kerendahan hati.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:19

Ayat ini menyatakan bahwa manusia dan binatang memiliki nasib yang sama: keduanya mati dan kembali menjadi debu. Penulis menegaskan bahwa tanpa Allah, hidup manusia tidak lebih unggul dari binatang, semuanya sia-sia.…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:20

Semua makhluk hidup, manusia dan binatang, akan kembali menjadi debu karena berasal dari debu. Ini menekankan kesementaraan hidup dan kesetaraan manusia dengan ciptaan lain dalam hal kematian. Ayat ini mengingatkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:21

Pertanyaan retoris ini menyiratkan ketidakpastian tentang apakah roh manusia naik ke atas dan roh binatang turun ke bawah. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak dapat memastikan apa yang terjadi setelah kematian. Penulis…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Pengkhotbah 3:22

Karena kita tidak dapat mengetahui masa depan, hal terbaik yang bisa dilakukan manusia adalah menikmati pekerjaannya dan bersukacita dalam jerih payahnya. Ini adalah bagian kita dari Allah. Ayat ini mengajarkan kita…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Pengkhotbah 3 selengkapnya