Pengkhotbah 3:19
“Sebab, nasib anak-anak manusia dan nasib binatang adalah nasib yang sama. Seperti halnya yang satu mati, yang lainnya pun mati. Mereka semua memiliki satu napas, dan manusia tidak unggul atas binatang. Sebab, semuanya itu adalah kesia-siaan!”Pengkhotbah 3:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Pengkhotbah 3.20–4.2 11 Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia.”Pengkhotbah 3:19 · TB
Terjemahan Baru
“Bagaimanapun juga, nasib manusia dan binatang adalah serupa. Yang satu akan mati, begitu juga yang lain. Kedua-duanya adalah sama-sama makhluk. Jadi, manusia tidak lebih beruntung daripada binatang, sebab bagi kedua-duanya hidup itu sia-sia.”Pengkhotbah 3:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Nasib manusia dan hewan sama. Manusia dan hewan sama-sama punya nafas dan pasti akan mati. Manusia tidak memiliki kelebihan dibandingkan hewan. Hidup ini memang sia-sia!”Pengkhotbah 3:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For that which befalleth the sons of men befalleth beasts; even one thing befalleth them: as the one dieth, so dieth the other; yea, they have all one breath; so that a man hath no preeminence above a beast: for all is vanity.”Pengkhotbah 3:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 3:19?
Ayat ini menyatakan bahwa manusia dan binatang memiliki nasib yang sama: keduanya mati dan kembali menjadi debu. Penulis menegaskan bahwa tanpa Allah, hidup manusia tidak lebih unggul dari binatang, semuanya sia-sia. Ini mengajak kita merenungkan keterbatasan hidup dan pentingnya mencari makna yang lebih tinggi.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 3:19
Merenungkan kefanaan kita bisa menjadi pengingat untuk tidak menyombongkan diri atau terlalu melekat pada hal-hal duniawi. Kita dipanggil untuk hidup rendah hati dan bersyukur untuk setiap hari yang diberikan.
Tuhan, ajari aku untuk menyadari keterbatasanku dan bersyukur atas kehidupan yang Engkau berikan, Amin.