Refleksi di Singgasana

Pengkhotbah 1:16

Hikmat dan Kesia-siaan

PerikopMengejar Hikmat Adalah Kesia-siaan · Pengkhotbah 1:12-18 →
“Aku berbicara dalam hatiku, dan berkata, “Aku telah menumbuhkan dan menambahkan hikmat melebihi semua orang yang memerintah Yerusalem sebelum aku. Hatiku telah melihat hikmat serta pengetahuan yang besar.””

Pengkhotbah 1:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 1:16?

Pengkhotbah mengakui bahwa ia telah mencapai hikmat dan pengetahuan yang luar biasa, bahkan melebihi raja-raja sebelumnya di Yerusalem. Namun, ini bukan sombong, melainkan dasar untuk menarik kesimpulan bahwa hikmat pun tidak memberi jawaban akhir atas kebahagiaan.

Latar belakang

Kelebihan Hikmat

Pengkhotbah, yang diyakini sebagai Raja Salomo, merenungkan pencapaiannya. Ia telah memperoleh hikmat dan pengetahuan lebih dari semua raja sebelumnya di Yerusalem. Namun, ia menyadari bahwa hikmat itu tidak memberi kepuasan sejati.

Di mana

Yerusalem

Istana kerajaan

Kapan

~950 SM

Zaman Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kemakmuran
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Raja tua, penuh pengalaman

P

Kepada

Pembaca

Semua orang yang mencari makna

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָכְמָה

khokhmah · hikmat

keterampilan hidup, kemampuan bertindak bijak

דַּעַת

da'at · pengetahuan

pengertian, pengenalan yang mendalam

לֵב

lev · hati

pusat pikiran, kemauan, dan emosi

Hikmat (khokhmah) bukan sekadar tahu banyak, tetapi melibatkan hati (lev) yang mengarahkan seluruh hidup. Pengetahuan (da'at) adalah akar dari hikmat, tetapi jika tidak diimbangi dengan pengenalan akan Allah, itu hanya mengejar angin.

Tahukah kamu

Angka Satu Juta

Salomo menulis 3.000 amsal dan 1.005 lagu (1 Raja-raja 4:32). Ini menunjukkan luasnya hikmatnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:16

✕  Sering dikira

Orang mengira hikmat Salomo membuatnya bahagia.

✓  Yang sebenarnya

Ayat 18 justru menunjukkan hikmat membawa kesusahan.

✕  Sering dikira

Ayat ini membanggakan diri.

✓  Yang sebenarnya

Ini pengakuan jujur tentang keterbatasan hikmat manusia.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 1:16

Pencapaian intelektual atau pengetahuan tidak menjamin kepuasan batin. Jangan bangga dengan gelar atau pengetahuan semata. Carilah hikmat yang melibatkan pengenalan akan Tuhan, karena itulah yang memberi arah dan makna.

Bapa, jangan biarkan aku sombong dengan pengetahuan yang kumiliki. Karuniakan hikmat yang rendah hati dan takut akan Engkau. Amin.