Yang bengkok tak bisa lurus

Pengkhotbah 1:15

Semuanya Sia-Sia, Tetapi Hikmat

Yang bengkok tidak dapat diluruskan, dan yang kurang tidak dapat dihitung.

Pengkhotbah 1:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 1:15?

Ayat ini menyatakan keterbatasan manusia: apa yang bengkok (tidak lurus) tidak bisa diluruskan, dan apa yang kurang tidak bisa dihitung. Ini menunjukkan bahwa ada banyak hal dalam hidup yang di luar kendali kita, tidak peduli seberapa keras kita berusaha.

Latar belakang

Keterbatasan Manusia

Pengkhotbah menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak bisa diperbaiki oleh manusia. Ini adalah kenyataan yang harus diterima dengan rendah hati.

Di mana

Yerusalem

Istana, tengah malam

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kesimpulan kesia-siaan
Penerimaan keterbatasan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah (Salomo)

Raja bijak yang merenung

P

Kepada

Pembaca/umat Allah

Mereka yang bergumul dengan ketidaksempurnaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מְעֻוָּת

me'uvvat · bengkok

terpilin, melengkung, tidak lurus

תָּקַן

taqan · diluruskan

memperbaiki, meluruskan, menegakkan

חָסֵר

chaser · dihitung

kurang, tidak lengkap, kekurangan

Kata-kata ini menekankan bahwa ada ketidaksempurnaan dan kekurangan yang di luar kendali manusia; kita harus belajar menerima.

Tahukah kamu

Frasa yang Sulit

Kata 'bengkok' ('me'uvvat') hanya muncul sekali dalam Alkitab Ibrani, yaitu di ayat ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 1:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 1:15

✕  Sering dikira

Mengira semua masalah harus diperbaiki sendiri

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini mengakui ada hal yang mustahil diperbaiki manusia; kita butuh Allah

✕  Sering dikira

Menganggap Allah tidak adil

✓  Yang sebenarnya

Justru ini mengingatkan bahwa Allah yang berdaulat atas segala sesuatu

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 1:15

Kita sering frustrasi mencoba memperbaiki keadaan yang memang di luar kuasa kita. Belajarlah untuk menerima keterbatasan dan menyerahkan hal-hal yang tidak bisa kita ubah kepada Tuhan. Fokuslah pada apa yang bisa kita lakukan dengan baik.

Tuhan, ajar aku menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, dan beri aku kebijaksanaan untuk membedakannya dari yang bisa kuubah. Amin.