Ratapan atas Kehancuran

Mikha 7:1-6

Kemerosotan Moral Israel

Latar belakang

Mikha meratapi kelangkaan orang saleh

Nabi membandingkan situasi dengan musim panen yang tandus: tidak ada anggur atau ara yang baik, melambangkan ketiadaan kebenaran. Ini adalah keluhan atas kondisi spiritual yang bobrok di Israel.

Di mana

Yerusalem

Kota yang penuh kejahatan, sekitar 700 SM

Kapan

~700 SM

Periode Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Amanat kepada Samaria
Janji Pemulihan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Mikha

Nabi abad ke-8 SM, dari Moresyet

U

Kepada

Umat Israel dan Yehuda

Pendengar nubuat, campuran setia dan sesat

Arti tiap ayat

Penjelasan Mikha 7:1-6 Ayat per Ayat

Mikha 7:1

Mikha menggambarkan situasi yang sangat suram: tidak ada lagi orang baik, seperti panen anggur yang tersisa sedikit dan tidak ada buah ara yang manis. Ini adalah keluhan bahwa kejahatan merajalela dan kebaikan hampir…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Mikha 7:2

Orang-orang yang saleh dan benar telah hilang; semua orang saling memangsa, seperti pemburu yang memasang jaring untuk menangkap mangsanya. Ini adalah gambaran masyarakat yang penuh kekerasan dan saling menjatuhkan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Mikha 7:3

Para pemimpin, hakim, dan pembesar semuanya terlibat dalam kejahatan: mereka menuntut suap, keputusan tidak adil, dan mereka bersekongkol untuk menutupi perbuatan jahat mereka. Ini menunjukkan korupsi yang merajalela…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Mikha 7:4

Bahkan orang yang terbaik di antara mereka dianggap tidak berguna seperti duri, dan hari penghakiman akan datang dengan kegemparan. Ini adalah peringatan bahwa akibat dari kejahatan akan segera menimpa mereka.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Mikha 7:5

Nasihat untuk tidak mempercayai bahkan teman dekat atau pasangan hidup, karena pada zaman itu pengkhianatan ada di mana-mana. Ini menunjukkan keadaan yang sangat rusak sehingga tidak ada yang bisa dipercaya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Mikha 7:6

Situasi menjadi sangat parah sehingga anggota keluarga saling bermusuhan: anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan melawan ibunya, dan musuh terbesar adalah orang-orang di rumah sendiri. Ini melukiskan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Mikha 7 selengkapnya