Ratapan atas Kehancuran
Mikha 7:1
Keluhan dan Pengharapan
PerikopKemerosotan Moral Israel · Mikha 7:1-6 →““Celakalah aku! Sebab, keadaanku seperti saat mereka mengumpulkan buah-buahan musim kemarau, seperti pada waktu pemetikan susulan buah anggur. Tidak ada buah anggur untuk dimakan, tidak ada buah ara yang kusukai.””Mikha 7:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Celaka aku! Sebab keadaanku seperti pada pengumpulan buah- buahan musim kemarau, seperti pada pemetikan susulan buah anggur: tidak ada buah anggur untuk dimakan, atau buah ara yang kusukai. Mikha 7.2–6 18”Mikha 7:1 · TB
Terjemahan Baru
“Celaka aku! Aku seperti orang kelaparan yang pergi memetik buah setelah lewat musimnya. Tak ada lagi buah-buahan pada pohon-pohon. Buah anggur dan buah ara yang baik-baik semuanya sudah habis dipetik.”Mikha 7:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Woe is me! for I am as when they have gathered the summer fruits, as the grapegleanings of the vintage: there is no cluster to eat: my soul desired the firstripe fruit.”Mikha 7:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Mikha 7:1?
Mikha menggambarkan situasi yang sangat suram: tidak ada lagi orang baik, seperti panen anggur yang tersisa sedikit dan tidak ada buah ara yang manis. Ini adalah keluhan bahwa kejahatan merajalela dan kebaikan hampir tidak ada di bumi.
Latar belakang
Mikha meratapi kelangkaan orang saleh
Nabi membandingkan situasi dengan musim panen yang tandus: tidak ada anggur atau ara yang baik, melambangkan ketiadaan kebenaran. Ini adalah keluhan atas kondisi spiritual yang bobrok di Israel.
Di mana
Yerusalem
Kota yang penuh kejahatan, sekitar 700 SM
Kapan
~700 SM
Periode Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Mikha
Nabi abad ke-8 SM, dari Moresyet
Kepada
Umat Israel dan Yehuda
Pendengar nubuat, campuran setia dan sesat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אוֹי
oy · celakalah
seruan kesusahan, ekspresi duka yang mendalam
חָסִיד
khasid · saleh
orang yang setia pada perjanjian Allah
יָשָׁר
yashar · lurus
benar, jujur, lurus di hadapan Allah
Ketiga kata ini menggarisbawahi bahwa bukan sekadar perilaku, tetapi keberadaan orang benar yang setia kepada Allah semakin punah, meninggalkan ratapan.
Tahukah kamu
Buah ara adalah simbol kemakmuran
Dalam Alkitab, buah ara sering melambangkan berkat dan kedamaian (1 Raj 4:25). Ketiadaannya menandakan hilangnya berkat Allah karena dosa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Mikha 7:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Mikha 7:1
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya tentang kondisi pertanian biasa.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora kekeringan rohani, bukan pertanian semata.
✕ Sering dikira
Membacanya sebagai fakta bahwa tidak ada orang benar sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Mikha memakai hiperbola untuk menekankan betapa jarangnya kebenaran di zamannya.
Renungan
Renungan Singkat Mikha 7:1
Mungkin kita merasa dunia ini penuh dengan ketidakadilan dan orang-orang yang baik semakin langka. Namun, daripada larut dalam keputusasaan, kita bisa menjadi orang yang membawa kebaikan di lingkungan kita, dimulai dari tindakan kecil yang jujur dan penuh kasih.
Tuhan, di tengah dunia yang penuh kejahatan, tolong aku untuk tetap menjadi orang yang baik dan berguna bagi sesamaku. Amin.