Jebakan pertanyaan soal cerai
Markus 10:2
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Kemudian, orang-orang Farisi mendatangi-Nya, dan untuk mencobai Dia mereka bertanya, “Apakah melanggar hukum jika seorang suami menceraikan istrinya?””Markus 10:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"”Markus 10:2 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa orang Farisi datang juga untuk menjebak Yesus. Mereka bertanya, "Menurut hukum agama kita, apakah boleh orang menceraikan istrinya?"”Markus 10:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu itu beberapa orang Farisi datang kepada-Nya dengan maksud menguji Yesus. Mereka bertanya, “Apakah seorang suami boleh menceraikan istrinya?””Markus 10:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the Pharisees came to him, and asked him, Is it lawful for a man to put away his wife? tempting him.”Markus 10:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:2?
Orang Farisi datang untuk mencobai Yesus dengan pertanyaan tentang perceraian. Mereka ingin menjebak-Nya, bukan mencari kebenaran. Pertanyaan mereka tentang apakah seorang suami boleh menceraikan istrinya adalah ujian, bukan pertanyaan yang tulus untuk belajar.
Latar belakang
Pertanyaan yang tak ada jawaban amannya
Orang Farisi datang bukan karena ingin belajar — mereka ingin menjebak. Jika Yesus bilang cerai boleh, Dia terlihat longgar terhadap Taurat. Jika Dia bilang tidak boleh, Dia bisa dilaporkan ke Herodes Antipas yang baru saja menceraikan istri pertamanya untuk menikahi Herodias — persis yang membuat Yohanes Pembaptis dipenggal. Ini jebakan ganda.
Di mana
Perea / seberang Yordan
Wilayah Herodes Antipas yang baru-baru ini menghukum Yohanes karena soal perceraian
Kapan
~30 M
Konfrontasi dengan pemimpin agama, menuju Yerusalem
Yang berbicara
Orang-orang Farisi
kelompok pemuka agama yang mencoba menjebak Yesus
Kepada
Yesus
guru yang menjawab pertanyaan jebakan dengan balik bertanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πειράζοντες
peirazontes · mencobai
Menguji dengan niat jahat — kata yang sama dipakai untuk pencobaan iblis di padang gurun. Ini bukan uji intelektual yang jujur.
ἔξεστιν
exestin · melanggar hukum
Apakah diizinkan secara hukum — pertanyaan legal, bukan moral. Mereka meminta Yesus berpendapat soal hukum Musa.
ἀπολῦσαι
apolusai · menceraikan
Membebaskan, melepaskan — di konteks pernikahan berarti mengusir istri secara resmi dengan surat cerai.
Kata 'peirazontes' mengungkap niat sesungguhnya — ini bukan diskusi teologi, ini serangan terencana dengan kedok pertanyaan akademis.
Tahukah kamu
Debat dua mazhab
Di kalangan rabi saat itu ada dua kubu besar: mazhab Shammai yang ketat (cerai hanya boleh karena zinah) dan mazhab Hillel yang longgar (cerai boleh karena alasan apa pun, termasuk masak gosong). Yesus tidak memilih salah satunya — Dia melampaui kedua debat itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:2
Matius 19:3
paralel dengan konteks jebakan yang sama
“Orang-orang Farisi datang kepada-Nya untuk mencobai Dia dengan bertanya...”
Markus 6:17-18
konteks bahaya di wilayah Herodes terkait isu cerai
“Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes... karena Yohanes mengatakan kepadanya: Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu.”
Ulangan 24:1
hukum Musa yang sedang diperdebatkan
“Jika seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, kemudian... ia tidak berkenan lagi kepadanya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:2
✕ Sering dikira
Orang Farisi bertanya karena benar-benar ingin tahu pendapat Yesus soal perceraian
✓ Yang sebenarnya
Markus menyebut eksplisit bahwa tujuan mereka adalah 'mencobai' — ini jebakan politik, bukan diskusi teologi yang tulus.
✕ Sering dikira
Pertanyaan ini murni soal agama dan tidak ada dimensi politiknya
✓ Yang sebenarnya
Mereka berada di wilayah Herodes Antipas yang baru saja menceraikan istrinya. Jawaban Yesus bisa berujung pada nasib yang sama dengan Yohanes Pembaptis.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:2
Kadang kita bertanya kepada Tuhan atau orang lain dengan motif tersembunyi. Mari kita mendekat kepada Tuhan dengan hati yang jujur dan rendah hati, bukan untuk mencobai atau mencari-cari kesalahan.
Bapa, murnikan hatiku dari maksud tersembunyi. Ajar aku bertanya dengan tulus untuk mencari kebenaran-Mu. Amin.