Yesus mengajar di Perea, seberang Yordan
Markus 10:1
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Yesus meninggalkan tempat itu, lalu pergi ke wilayah Yudea dan ke seberang Sungai Yordan. Kumpulan orang banyak mengerumuni Dia lagi. Sebagaimana kebiasaan-Nya, Dia mengajar mereka lagi.”Markus 10:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.”Markus 10:1 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Yesus meninggalkan tempat itu, dan pergi ke daerah Yudea dan daerah di seberang Sungai Yordan. Orang banyak datang lagi berkerumun sekeliling Yesus. Dan seperti biasa Yesus mengajar mereka.”Markus 10:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus meninggalkan tempat itu lalu pergi menyeberang ke sebelah timur sungai Yordan di provinsi Yudea. Di situ juga banyak orang berdatangan kepada-Nya. Dan seperti biasa, Yesus mengajar mereka.”Markus 10:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he arose from thence, and cometh into the coasts of Judaea by the farther side of Jordan: and the people resort unto him again; and, as he was wont, he taught them again.”Markus 10:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:1?
Yesus meninggalkan Kapernaum dan pergi ke wilayah Yudea dan seberang Sungai Yordan, tempat orang banyak berkumpul. Seperti biasa, Ia mengajar mereka. Ini menunjukkan Yesus terus bergerak melayani, mengajar dengan tekun, dan menjadi teladan bagi kita untuk setia dalam panggilan kita.
Latar belakang
Rute terakhir ke Yerusalem
Yesus sudah meninggalkan Galilea dan bergerak ke selatan menuju Yerusalem untuk terakhir kalinya. Dia mengambil rute timur menyeberangi Yordan — melewati wilayah Perea yang dikuasai Herodes Antipas. Orang banyak tetap mengikuti-Nya, dan Dia terus mengajar seperti biasa meski tujuan-Nya makin jelas.
Di mana
Perea (Yudea & seberang Yordan)
Wilayah timur Sungai Yordan, kini Yordania barat
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Markus (narrator)
penulis Injil, merangkum perpindahan Yesus ke Perea
Kepada
Orang banyak
kerumunan yang terus mengikuti Yesus ke mana pun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐδίδασκεν
edidasken · mengajar
Imperfect tense — artinya Dia terus-menerus mengajar, bukan hanya sekali. Mengajar adalah pola hidup Yesus, bukan acara sesekali.
εἰώθει
eiothei · kebiasaan
Kata yang menunjukkan kebiasaan yang sudah terbentuk lama — mengajar orang banyak adalah rutinitas Yesus, bukan tindakan spontan.
συμπορεύονται
symporeuontai · mengerumuni
Datang bersama-sama, berkumpul mengelilingi — gambaran orang yang berebut mendekat ke satu titik.
Tiga kata ini menggambarkan dinamika yang konsisten: orang banyak selalu berkumpul, dan Yesus selalu mengajar — itu bukan kebetulan, itu pola.
Tahukah kamu
Perea — wilayah berbahaya
Perea adalah daerah kekuasaan Herodes Antipas — raja yang sama yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Yesus mengajar di sini sama saja dengan berjalan masuk ke kandang singa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:1
Lukas 9:51
perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem dimulai
“Ketika tiba waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia bertekad untuk pergi ke Yerusalem.”
Markus 1:22
Yesus dikenal sebagai guru yang berkuasa
“Mereka takjub pada ajaran-Nya karena Dia mengajar sebagai orang yang mempunyai kuasa.”
Yohanes 7:14
Yesus terus mengajar di setiap tempat yang Dia datangi
“Yesus pergi ke Bait Allah dan mengajar di sana.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:1
✕ Sering dikira
Yesus pergi ke Yudea berarti Dia sudah sampai di Yerusalem
✓ Yang sebenarnya
Yudea saat itu mencakup wilayah yang lebih luas. Yesus masih di daerah Perea di timur Yordan, belum di kota Yerusalem sendiri.
✕ Sering dikira
Orang banyak mengikuti-Nya karena ingin melihat mukjizat
✓ Yang sebenarnya
Markus di sini menekankan bahwa Yesus mengajar mereka — orang banyak datang dan mendapat pengajaran, bukan tontonan ajaib.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:1
Yesus tidak berhenti mengajar meski terus berpindah tempat. Kita juga bisa menjadi berkat di mana pun kita berada, dengan berbagi kebaikan dan kebenaran kepada orang di sekitar kita.
Tuhan, ajari aku untuk setia melayani dan mengajar seperti Yesus, di mana pun aku berada. Amin.