Doa di Bawah Hujan Batu
Kisah Para Rasul 7:59
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Dan, mereka terus merajam Stefanus yang sedang berseru dan berkata, “Tuhan Yesus, terimalah rohku.””Kisah Para Rasul 7:59 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."”Kisah Para Rasul 7:59 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara mereka melempari Stefanus, Stefanus berseru, "Tuhan Yesus, terimalah rohku!"”Kisah Para Rasul 7:59 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selagi orang-orang melempari dia dengan batu, Stefanus berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku.””Kisah Para Rasul 7:59 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they stoned Stephen, calling upon God, and saying, Lord Jesus, receive my spirit.”Kisah Para Rasul 7:59 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:59?
Saat sedang dirajam, Stefanus berseru kepada Tuhan Yesus, meminta agar rohnya diterima—menunjukkan imannya yang teguh kepada Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati.
Latar belakang
Doa yang Menggemakan Doa Yesus di Salib
Sementara batu-batu menghantam tubuhnya, Stefanus berseru: 'Tuhan Yesus, terimalah rohku.' Ini adalah pengakuan iman yang eksplisit bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa menerima roh manusia yang mati — sesuatu yang dalam tradisi Yahudi hanya Allah yang bisa lakukan (Mazmur 31:6). Dan doa ini adalah penggemaan dari doa Yesus di salib: 'Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.'
Di mana
Di luar tembok Yerusalem
Stefanus dirajam dengan batu sementara ia berseru kepada Tuhan Yesus
Kapan
~35 M
Kematian Stefanus — martir pertama dalam sejarah Kristen
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, dalam detik-detik terakhir hidupnya di bawah rajaman batu
Kepada
Allah / Tuhan Yesus
Yang menerima doa Stefanus dalam momen kematiannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐλιθοβόλουν
merajam · they were stoning
Lithoboleo dalam imperfect — tindakan yang terus berlangsung. Batu demi batu, terus-menerus. Kematian yang tidak cepat dan tidak mudah.
ἐπικαλούμενον
berseru · calling out
Epikaleō — berseru kepada seseorang meminta pertolongan. Kata yang sama dipakai untuk 'memanggil nama Tuhan'. Di sini Stefanus 'memanggil' Yesus.
δέξαι τὸ πνεῦμά μου
terimalah rohku · receive my spirit
Dechomai (menerima dengan tangan terbuka) + pneuma (roh). Permintaan yang menempatkan Yesus sebagai yang berwenang menerima roh manusia yang mati.
Stefanus ἐπικαλούμενον (berseru) kepada Yesus: δέξαι τὸ πνεῦμά μου (terimalah rohku). Dua kata: berseru dan terimalah. Dalam setiap kata ini tersimpan pengakuan iman yang dalam — Yesus adalah Tuhan yang layak menerima seruan dan roh manusia yang mati.
Tahukah kamu
Stefanus: Martir Pertama yang Tercatat dalam Kekristenan
Kata 'martir' (Yunani: martys = saksi) berkembang artinya menjadi 'orang yang mati karena kesaksian imannya' — dan Stefanus adalah yang pertama. Namanya berasal dari Yunani 'Stephanos' yang berarti 'mahkota' — ironi yang tidak terlalu halus: ia 'dimahkotai' dengan kematian, dan menerima mahkota kehidupan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:59
Lukas 23:46
Doa Stefanus menggemakan doa Yesus di salib — dengan Yesus sebagai penerimanya, bukan Bapa.
“Lalu Yesus berseru dengan suara keras: 'Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.'”
Mazmur 31:6
Doa Mazmur yang menjadi latar belakang doa kematian Yesus — dan sekarang Stefanus mendoakannya kepada Yesus.
“Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.”
Yohanes 10:28
Yesus yang berkuasa atas hidup dan mati adalah Dia yang Stefanus percayakan rohnya.
“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:59
✕ Sering dikira
Stefanus berdoa kepada Yesus berarti ia menyembah Yesus sebagai terpisah dari Allah
✓ Yang sebenarnya
Stefanus melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah — posisi tertinggi. Berdoa kepada Yesus adalah berdoa kepada Dia yang berbagi kemuliaan dan otoritas Allah.
✕ Sering dikira
Doa ini menunjukkan Stefanus menganggap nyawanya akan segera hilang
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — 'terimalah rohku' menunjukkan keyakinan bahwa rohnya akan pergi ke tempat yang aman dan bermakna, diterima oleh Tuhan yang hidup.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:59
Ketika menghadapi krisis, kita bisa menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Yesus. Stefanus mengajarkan kita untuk percaya bahwa Yesus menerima kita di saat-saat terakhir kita.
Tuhan Yesus, aku percaya Engkau menerima rohku; ajari aku untuk menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu, Amin.