Doa Terakhir: Ampunilah Mereka
Kisah Para Rasul 7:60
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Kemudian, setelah berlutut, ia berseru dengan suara keras, “Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan, sesudah mengatakannya, ia pun mati.”Kisah Para Rasul 7:60 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.”Kisah Para Rasul 7:60 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu ia berlutut dan berteriak dengan suara yang keras, "Tuhan, janganlah dosa ini ditanggungkan ke atas mereka!" Sesudah mengatakan begitu ia pun mati.”Kisah Para Rasul 7:60 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sambil berlutut, dia berseru dengan suara keras, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini atas mereka!” Sesudah berkata begitu, Stefanus mati.”Kisah Para Rasul 7:60 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he kneeled down, and cried with a loud voice, Lord, lay not this sin to their charge. And when he had said this, he fell asleep.”Kisah Para Rasul 7:60 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:60?
Stefanus berlutut dan berdoa memohon pengampunan bagi para pembunuhnya, lalu meninggal—meniru teladan Yesus di kayu salib.
Latar belakang
Pengampunan yang Tidak Pantas Diterima
Sambil batu-batu terus berjatuhan, Stefanus berlutut — tanda permohonan dan kerendahan hati — dan berseru dengan suara keras: 'Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka!' Lalu ia mati. Doa terakhirnya bukan untuk dirinya sendiri — tapi untuk orang-orang yang membunuhnya. Ini adalah penggemaan yang paling tepat dari doa Yesus di salib: 'Bapa, ampunilah mereka.' Dan doa ini mungkin berdampak langsung pada satu orang di sana: Saulus dari Tarsus.
Di mana
Di luar tembok Yerusalem
Stefanus berlutut di bawah hujan batu dan mendoakan pengampunan bagi para pembunuhnya sebelum meninggal
Kapan
~35 M
Kematian pertama martir Kristen — Stefanus meninggal dalam pengampunan
Yang berbicara
Stefanus
Diakon jemaat Yerusalem, detik-detik terakhir sebelum kematian
Kepada
Allah / Tuhan
Yang mendengar doa pengampunan Stefanus untuk para pembunuhnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θεὶς δὲ τὰ γόνατα
setelah berlutut · he knelt down
Tithenai ta gonata — meletakkan lutut (berlutut). Posisi doa yang menunjukkan kerendahan dan kesungguhan — Stefanus memilih posisi ini bahkan saat batu-batu menghantamnya.
μὴ στήσῃς αὐτοῖς τὴν ἁμαρτίαν ταύτην
jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka · do not hold this sin against them
Mē histēmi (jangan hitung/tandai) + hamartian (dosa). Permohonan agar Allah tidak mencatat dosa ini sebagai hutang yang harus dibayar.
ἐκοιμήθη
mati · he fell asleep
Koimaomai — tidur, beristirahat. Kata lembut untuk kematian yang sering dipakai di PB. 'Tertidur' dalam iman — kematian bukan akhir.
Stefanus θεὶς τὰ γόνατα (berlutut) berdoa: μὴ στήσῃς αὐτοῖς τὴν ἁμαρτίαν ταύτην (jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka) — lalu ἐκοιμήθη (tertidur/meninggal). Berlutut di tengah kekerasan, mengampuni di tengah kematian, dan 'tertidur' dengan damai — kematian yang paling bermartabat yang bisa dibayangkan.
Tahukah kamu
Apakah Doa Stefanus 'Dijawab' melalui Pertobatan Saulus?
Agustinus dari Hippo (abad ke-4) mengamati: 'Jika Stefanus tidak berdoa, Gereja tidak akan punya Paulus.' Ide bahwa doa Stefanus untuk para pembunuhnya secara langsung berkontribusi pada pertobatan Saulus adalah spekulasi teologis yang menarik — tapi tidak bisa dibuktikan dari teks. Yang pasti: Saulus ada di sana saat Stefanus berdoa doa itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:60
Lukas 23:34
Doa Stefanus adalah penggemaan langsung dari doa Yesus di salib — pola yang disengaja oleh Lukas.
“Yesus berkata: 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.'”
Roma 5:10
Pengampunan yang diberikan bahkan kepada 'musuh' — inilah kasih yang Stefanus tunjukkan.
“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya.”
Matius 5:44
Perintah Yesus yang Stefanus genapi secara harfiah dalam detik-detik terakhir hidupnya.
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:60
✕ Sering dikira
Stefanus tidak boleh meminta Allah mengampuni kejahatan yang begitu besar
✓ Yang sebenarnya
Yesus sendiri melakukan hal yang sama. Pengampunan tidak berarti menganggap kejahatan itu baik — tapi melepaskan hak untuk membalas dan menyerahkan kepada keadilan Allah.
✕ Sering dikira
Kata 'tertidur' (ἐκοιμήθη) berarti Stefanus tidak benar-benar mati
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah eufemisme yang umum dalam PB untuk kematian orang beriman — menunjukkan keyakinan bahwa kematian bukan akhir, bukan menyangkal fakta kematiannya.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:60
Mengampuni orang yang menyakiti kita adalah panggilan yang sulit tetapi membebaskan. Doa Stefanus mengingatkan kita bahwa pengampunan adalah tanda kasih Kristus yang hidup dalam diri kita.
Tuhan, ajari aku mengampuni seperti Stefanus, dan beri aku kasih untuk mendoakan mereka yang menyakitiku, Amin.