Napas terakhir dan seruan kepada Bapa
Lukas 23:46
Hari Penyaliban
“Lalu, Yesus berseru dengan suara keras, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah mengatakan itu, Yesus mengembuskan napas-Nya yang terakhir.”Lukas 23:46 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah Lukas 23.47–53 172 berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.”Lukas 23:46 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Yesus berteriak dengan suara keras, "Bapa! Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan diri-Ku!" Setelah berkata begitu, Ia pun meninggal.”Lukas 23:46 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Yesus berseru dengan suara keras, “Bapa, Aku serahkan jiwa-Ku kepada-Mu.” Sesudah berkata begitu, Dia menghembuskan nafas terakhir.”Lukas 23:46 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when Jesus had cried with a loud voice, he said, Father, into thy hands I commend my spirit: and having said thus, he gave up the ghost.”Lukas 23:46 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:46?
Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa dengan penuh kepercayaan, menggenapi Mazmur 31:5. Ini menunjukkan bahwa kematian-Nya adalah tindakan penyerahan diri yang sukarela, bukan sekadar eksekusi yang dipaksakan.
Latar belakang
Doa terakhir dari Mazmur 31
Perkataan terakhir Yesus adalah kutipan dari Mazmur 31:5: 'ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku'. Ini adalah doa yang diajarkan kepada anak-anak Yahudi sebagai doa sebelum tidur. Yesus mengucapkannya sebagai doa terakhir — dengan tambahan satu kata: 'Bapa'. Doa tidur anak kecil jadi deklarasi paling agung.
Di mana
Golgota, Yerusalem
Di atas salib, jam 3 sore, saat kegelapan berakhir
Kapan
~30 M
Hari penyaliban Yesus
Yang berbicara
Yesus
perkataan terakhir sebelum menyerahkan nyawa
Kepada
Allah Bapa dan semua yang hadir di Golgota
menyaksikan momen terakhir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
φωνήσας φωνῇ μεγάλῃ
phōnēsas phōnē megalē · cried out
Berseru dengan suara keras — kontras dengan seseorang yang sekarat karena kelemahan. Yesus masih punya tenaga untuk berseru keras.
παρατίθεμαι
paratithemai · commit
Menaruh ke tangan seseorang, mempercayakan — kata yang digunakan untuk menitipkan sesuatu berharga kepada orang yang dipercaya.
ἐξέπνευσεν
exepneusen · breathed his last
Mengembuskan napas terakhir — kata yang harfiah: mengeluarkan napas untuk terakhir kalinya.
Paratithemai — mempercayakan, menitipkan. Yesus tidak menyerah kepada kematian; Ia mempercayakan nyawa-Nya kepada Bapa. Perbedaan yang sangat besar: bukan kekalahan tapi kepercayaan.
Tahukah kamu
Mati bukan dengan ditaklukkan tapi dengan menyerahkan diri
Lukas mencatat Yesus 'menyerahkan' nyawa-Nya — bukan nyawa-Nya 'diambil'. Yohanes lebih eksplisit: 'Ia menyerahkan nyawa-Nya.' Yesus bukan mati karena dikalahkan, tapi karena memilih untuk menyerahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:46
Mazmur 31:5
kutipan langsung yang menjadi perkataan terakhir Yesus
“Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku; Engkau telah menebus aku, ya TUHAN, Allah yang setia.”
Yohanes 10:18
Yesus menyerahkan nyawa-Nya secara sukarela
“Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.”
Ibrani 5:7
doa Yesus yang didengar Allah
“Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan... dan Ia didengarkan karena kesalehan-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:46
✕ Sering dikira
Perkataan terakhir Yesus menunjukkan keputusasaan
✓ Yang sebenarnya
Kutipan dari Mazmur 31 adalah doa kepercayaan penuh — bukan keputusasaan. Yesus mempercayakan diri-Nya kepada Bapa.
✕ Sering dikira
Yesus mati karena tubuh-Nya tidak mampu bertahan lagi
✓ Yang sebenarnya
Lukas menekankan Yesus 'menyerahkan' nyawa-Nya — ini tindakan aktif bukan kematian pasif karena kelemahan fisik.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:46
Kita dapat belajar untuk mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Bapa, baik dalam hidup maupun mati. Saat menghadapi kesulitan, serahkanlah segala sesuatu kepada-Nya dengan iman seperti Yesus.
Bapa, ajari kami untuk menyerahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu, seperti Yesus menyerahkan nyawa-Nya. Amin.