Amarah yang Tidak Bisa Ditahan
Kisah Para Rasul 7:54
Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu
“Ketika mereka mendengar hal-hal ini, hati mereka tertusuk dan mengertakkan gigi mereka terhadap Stefanus.”Kisah Para Rasul 7:54 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.”Kisah Para Rasul 7:54 · TB
Terjemahan Baru
“Begitu anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya yang dikatakan oleh Stefanus, mereka sakit hati dan marah sekali kepadanya.”Kisah Para Rasul 7:54 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mendengar perkataan Stefanus, para pemimpin Yahudi sangat tersinggung dan geram.”Kisah Para Rasul 7:54 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When they heard these things, they were cut to the heart, and they gnashed on him with their teeth.”Kisah Para Rasul 7:54 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 7:54?
Mendengar tuduhan Stefanus, para pemimpin Yahudi sangat marah sampai hati mereka tertusuk dan mereka mengertakkan gigi. Ini menunjukkan bahwa kebenaran yang tajam sering kali memicu reksi keras dari mereka yang tidak mau menerimanya.
Latar belakang
Reaksi yang Mengkonfirmasi Tuduhan
Sanhedrin bereaksi dengan cara yang justru membuktikan kebenaran tuduhan Stefanus: mereka 'tertusuk hatinya' (amarah yang dalam) dan 'mengertakkan gigi'. Bukannya merefleksikan diri atau menjawab argumen, mereka malah semakin marah. Dan ironisnya, reaksi ini persis yang Stefanus sebut tadi: hati yang tidak bersunat, menentang Roh Kudus.
Di mana
Yerusalem — sidang Sanhedrin
Reaksi Sanhedrin terhadap tuduhan Stefanus — amarah yang meledak
Kapan
~35 M
Reaksi Sanhedrin — titik balik menuju hukuman mati
Yang berbicara
Narator (Lukas)
Dokter dan sejarawan, menulis Kisah Para Rasul berdasarkan saksi mata
Kepada
Teofilus & pembaca awal
Orang percaya yang ingin memahami kisah jemaat awal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διεπρίοντο ταῖς καρδίαις αὐτῶν
hati mereka tertusuk · they were cut to the heart
Diapriō — dipotong menjadi dua, digergaji. Reaksi yang sangat intens — bukan sekadar terganggu tapi marah yang membelah.
ἔβρυχον τοὺς ὀδόντας
mengertakkan gigi mereka · gnashed their teeth
Brychō — mengertak, menggertakkan. Ekspresi fisik dari kemarahan yang tidak bisa dikendalikan.
ἐπ' αὐτόν
terhadap Stefanus · against him
Epi auton — diarahkan kepadanya. Amarah yang berfokus dan personal pada Stefanus.
Mereka διεπρίοντο ταῖς καρδίαις (dipotong/tertusuk hatinya) dan ἔβρυχον τοὺς ὀδόντας (mengertakkan gigi) ἐπ' αὐτόν (terhadap Stefanus). Reaksi fisik amarah yang ekstrem ini bukan hanya deskripsi emosi — ini konfirmasi narasi: hati yang tidak bersunat, menentang Roh Kudus, tidak bisa menerima kebenaran.
Tahukah kamu
Gertakan Gigi — Simbol Kemarahan Ekstrem
Dalam tradisi Alkitab, 'mengertakkan gigi' adalah ekspresi kemarahan yang sangat intens. Mazmur 35:16 dan 37:12 menggunakan ekspresi ini untuk menggambarkan musuh yang marah besar. Dan Yesus menggunakan frasa 'ratap dan gertakan gigi' untuk menggambarkan kondisi yang paling gelap (Matius 8:12).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:54
Mazmur 37:12
Gertakan gigi sebagai ekspresi kemarahan musuh terhadap orang benar.
“Orang fasik merencanakan sesuatu terhadap orang benar dan mengertakkan giginya terhadap dia.”
Kisah Para Rasul 5:33
Pola yang sama: Sanhedrin bereaksi dengan amarah besar terhadap kesaksian tentang Yesus.
“Ketika mereka mendengar hal itu mereka marah sekali dan mau membunuh para rasul.”
Yohanes 15:18-19
Kebencian dunia terhadap kesaksian tentang Yesus adalah konsekuensi yang Yesus sudah ramalkan.
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:54
✕ Sering dikira
Reaksi Sanhedrin membuktikan pidato Stefanus gagal meyakinkan mereka
✓ Yang sebenarnya
Dari perspektif Stefanus, tujuan pidatonya bukan meyakinkan mereka — tapi menjadi saksi kebenaran. Reaksi amarah mereka justru membuktikan bahwa mereka mendengar dan tidak bisa membantah argumennya.
✕ Sering dikira
Sanhedrin bereaksi keras karena Stefanus menggunakan kata-kata yang kasar
✓ Yang sebenarnya
Yang membuat mereka marah adalah kebenaran argumen yang tidak bisa mereka patahkan — kata-kata yang mengenai sasaran.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:54
Ketika kita ditegur oleh kebenaran, reaksi kita menunjukkan kondisi hati. Apakah kita marah atau mau berubah? Mari kita terima teguran sebagai kasih Tuhan yang ingin membentuk kita.
Tuhan, berikan kami hati yang lembut dan mudah diajar, agar teguran-Mu menjadi berkat bagi kami. Amin.