Teriakan Keras dan Telinga yang Ditutup

Kisah Para Rasul 7:57

Pidato Panjang yang Berakhir dengan Batu

Namun, mereka berteriak-teriak dengan suara keras, dan menutup telinga mereka, serta sepakat menyerbu Stefanus.

Kisah Para Rasul 7:57 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 7:57?

Mendengar kesaksian Stefanus, para pemimpin agama menjadi sangat marah dan menolak untuk mendengarkan, lalu mereka menyerbu dia dengan kekerasan.

Latar belakang

Menutup Telinga agar Tidak Perlu Mendengar

Reaksi Sanhedrin terhadap pengakuan Stefanus adalah sangat khas: bukan membantah, bukan berdebat — tapi berteriak keras dan menutup telinga. Mereka tidak ingin mendengar lebih banyak. Menutup telinga adalah tindakan yang secara harfiah mengkonfirmasi tuduhan Stefanus: 'telinga yang tidak bersunat'.

Di mana

Yerusalem — sidang Sanhedrin

Sanhedrin bereaksi dengan teriakan keras dan menutup telinga mereka sebelum menyerbu Stefanus

Kapan

~35 M

Detik-detik sebelum eksekusi Stefanus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Stefanus bersaksi tentang langit terbuka dan Yesus berdiri
Stefanus diseret keluar dari kota dan dirajam
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator (Lukas)

Dokter dan sejarawan, menggambarkan reaksi massa terhadap Stefanus

T

Kepada

Teofilus & pembaca awal

Pembaca yang mengikuti kisah Stefanus sampai akhir

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

κράξαντες δὲ φωνῇ μεγάλῃ

berteriak-teriak dengan suara keras · they cried out with a loud voice

Krazō — berteriak keras. Suara keras yang dimaksudkan untuk menenggelamkan kata-kata Stefanus.

συνέσχον τὰ ὦτα αὐτῶν

menutup telinga mereka · they stopped their ears

Synechō (menutup, menahan) + ōta (telinga). Tindakan fisik yang menolak untuk mendengar kebenaran.

ὥρμησαν ὁμοθυμαδόν

sepakat menyerbu Stefanus · they rushed together at him

Hormao (bergerak maju dengan cepat) + homothumadon (dengan satu pikiran/bersama). Gerakan kolektif yang terkoordinasi.

Mereka κράξαντες (berteriak), συνέσχον τὰ ὦτα (menutup telinga), ὥρμησαν ὁμοθυμαδόν (bergerak bersama). Tiga tindakan yang menggambarkan kelompok yang tidak bisa dibantah secara argumen tapi menolak dengan kekerasan. Stefanus mati bukan karena argumennya kalah — tapi karena argumennya menang.

Tahukah kamu

Menutup Telinga: Tanda Kesaksian yang Tidak Bisa Dibantah

Dalam tradisi hukum Yahudi, hakim yang mendengar pernyataan yang dianggap penghujatan harus merobek pakaiannya sebagai tanda. Menutup telinga adalah cara informal yang sama — tindakan dramatis untuk menandai bahwa pernyataan tersebut tidak bisa ditoleransi. Tapi ironisnya, ini juga menunjukkan bahwa mereka tidak bisa membantah konten pernyataan Stefanus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 7:57

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 7:57

✕  Sering dikira

Reaksi Sanhedrin ini menunjukkan mereka yakin Stefanus bersalah

✓  Yang sebenarnya

Justru reaksi berteriak dan menutup telinga ini mengungkapkan kebalikannya: jika mereka yakin argumen Stefanus lemah, mereka akan menjawab. Menutup telinga adalah respons terhadap argumen yang tidak bisa mereka bantah.

✕  Sering dikira

Ini adalah keputusan hukum yang sah — prosedur sidang Sanhedrin

✓  Yang sebenarnya

Keputusan mendadak untuk 'menyerbu' tanpa deliberasi hukum yang benar adalah pelanggaran prosedur Sanhedrin sendiri. Ini bukan eksekusi hukum yang sah — ini adalah pembunuhan massa yang diorganisir.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 7:57

Kebenaran yang diucapkan dengan berani seringkali memicu perlawanan, bahkan dari orang-orang yang seharusnya memahami. Kita tidak boleh heran jika iman kita ditolak; tetaplah setia seperti Stefanus.

Tuhan, beri aku ketabahan saat kebenaran-Mu ditolak, dan ingatkan aku bahwa Engkau selalu bersamaku, Amin.