Pujian tanpa cela
Kidung Agung 4:7
Pujian sang kekasih
“Engkau cantik seutuhnya, kekasihku. Tidak ada cacat padamu.”Kidung Agung 4:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.”Kidung Agung 4:7 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau cantik sekali, manisku, tiada cacat padamu.”Kidung Agung 4:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Thou art all fair, my love; there is no spot in thee.”Kidung Agung 4:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 4:7?
Ayat ini menegaskan keindahan dan kesempurnaan mempelai wanita di mata mempelai laki-laki. Kalimat 'Engkau cantik seutuhnya' menunjukkan kekaguman total tanpa cela. Ini adalah puncak pujian yang menggambarkan penerimaan dan kasih yang tanpa syarat.
Latar belakang
Puncak pujian
Pria menyatakan bahwa kekasihnya cantik seutuhnya dan tanpa cacat. Ini adalah klimaks dari rangkaian pujian sebelumnya, menegaskan kesempurnaan di matanya.
Di mana
Perkebunan anggur
Alam terbuka, suasana romantis
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pria dalam Kidung Agung
Kekasih yang melantunkan syair cinta, ~25 tahun
Kepada
Wanita dalam Kidung Agung
Sang dinda, kekasih yang dipuji
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָפָה
yafah · cantik
indah, elok secara lahiriah maupun batin
כֻּלָּךְ
kullak · seutuhnya
seluruh, semua bagian
מוּם
mum · cacat
kecacatan fisik atau moral; dalam konteks korban berarti ketidaksempurnaan
Kata-kata ini menegaskan bahwa pujian ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga kemurnian dan kesempurnaan kasih yang kudus.
Tahukah kamu
Tidak ada cacat
Frasa 'tidak ada cacat' dalam bahasa Ibrani sering dipakai untuk korban yang layak dipersembahkan di Bait Suci, jadi ini juga bernuansa kudus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 4:7
Kidung Agung 1:15
Pujian senada
“Lihat, cantiknya engkau, kekasihku, lihat, cantiknya engkau! Matamu bagaikan merpati.”
Kidung Agung 6:9
Kesempurnaan serupa
“Satu-satunya merpatiku, yang sempurna bagiku.”
Efesus 5:27
Tanpa cacat rohani
“dan mempersembahkannya kepada diri-Nya sebagai jemaat yang mulia, tanpa cacat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 4:7
✕ Sering dikira
Menganggap ini sekadar pujian fisik yang berlebihan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora cinta yang ideal dan kudus, menekankan komitmen total.
✕ Sering dikira
Mengira 'tanpa cacat' berarti manusia sempurna tanpa dosa.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks ini, itu berarti sempurna di mata sang kekasih, bukan klaim tanpa dosa.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 4:7
Dalam hubungan, kita dipanggil untuk melihat pasangan kita sebagai pribadi yang berharga dan utuh, bukan hanya dari kekurangan. Cobalah untuk menghargai dan mengungkapkan kekaguman secara tulus kepada orang yang kita kasihi hari ini.
Tuhan, ajarlah aku untuk melihat keindahan dalam setiap orang, terutama pasanganku, dan mengatakannya dengan tulus. Amin.