Menanti hingga fajar berembus
Kidung Agung 4:6
Kerinduan untuk bersatu
“Sampai siang hari berembus, dan bayang-bayang menghilang, aku akan pergi ke gunung mur, dan ke bukit kemenyan.”Kidung Agung 4:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.”Kidung Agung 4:6 · TB
Terjemahan Baru
“Ingin aku pergi ke gunung mur, ke bukit kemenyan, sampai berhembus angin pagi, yang melenyapkan kegelapan malam.”Kidung Agung 4:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Until the day break, and the shadows flee away, I will get me to the mountain of myrrh, and to the hill of frankincense.”Kidung Agung 4:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 4:6?
Si pria berjanji untuk pergi ke gunung mur dan bukit kemenyan sampai pagi tiba. Ini bisa diartikan sebagai kerinduan untuk keintiman dan pengabdian yang mendalam, mungkin bermakna simbolis dari penyembahan dan cinta yang total.
Latar belakang
Kerinduan untuk kebersamaan
Mempelai laki-laki menyatakan keinginannya untuk menjalin keintiman dengan kekasihnya, sambil menunggu hingga malam berlalu. Ia akan datang ke 'gunung mur' dan 'bukit kemenyan' yang sering diartikan sebagai simbol tubuh kekasih.
Di mana
Yerusalem
Puisi, tidak spesifik lokasi
Kapan
~950 SM
Zaman Salomo
Yang berbicara
Mempelai laki-laki
Kekasih, gembala muda, ~20-an tahun
Kepada
Mempelai perempuan
Kekasihnya, gadis desa, ~20-an tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מֹר
mor · mur
getah pohon wangi, dipakai dalam wewangian dan pengurapan
לְבוֹנָה
levonah · kemenyan
dupa yang harum, sering dipakai dalam ibadah
פּוּחַ
puach · berembus
berhembus, mengalir, menyebar
Mur dan kemenyan adalah aroma keintiman dan ibadah; ungkapan ini memperlihatkan bahwa kasih itu wangi dan sakral.
Tahukah kamu
Gunung mur dalam sejarah
Mur adalah resin wangi yang dipakai untuk pengurapan; gunung mur mungkin merujuk pada kota-kota perdagangan karena rute rempah-rempah kuno melintasi wilayah itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 4:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 4:6
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini bicara tentang tempat wisata.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora tubuh kekasih; gunung dan bukit itu kiasan puitis.
✕ Sering dikira
Menganggap ini alasan untuk melakukan hubungan pranikah.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks, ini adalah ungkapan dalam pernikahan; naskah aslinya menunjukkan komitmen.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 4:6
Hubungan yang sehat membutuhkan waktu dan ruang untuk berkembang. Kita perlu menyediakan waktu khusus untuk orang yang kita kasihi dan untuk Tuhan, agar kasih kita semakin dalam.
Tuhan, berikan aku kerinduan untuk mencari hadirat-Mu dan bersama orang yang kukasihi, seperti kekasih yang bersemangat menuju puncak gunung. Amin.