Pujian untuk kecantikan

Kidung Agung 1:15

Nyanyian Cinta yang Penuh Kerinduan

Lihat, cantiknya engkau, kekasihku! Lihat, cantiknya engkau! Matamu bagaikan merpati.

Kidung Agung 1:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 1:15?

Sang kekasih memuji kecantikan si perempuan, terutama matanya yang indah seperti merpati, simbol kemurnian dan kelembutan. Ini adalah ungkapan kagum dan sayang yang mendalam.

Latar belakang

Saling memuji dalam cinta

Kekasih laki-laki membalas pujian wanita, menyebutnya cantik dua kali dan memuji matanya yang indah seperti merpati. Ini menunjukkan keintiman dan kekaguman yang saling menguatkan.

Di mana

Yerusalem

Istana atau kamar, saat memuji kekasihnya

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo naik takhta
Pembangunan Bait Allah
Kamu di sini
K

Yang berbicara

Kekasih (Gembala)

Gembala muda, tampan, dan setia

W

Kepada

Wanita Sulam

Wanita muda yang dicintai, ~20 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָפָה

yafah · cantik

Indah, elok, atau menarik.

עֵינַיִךְ

enayich · matamu

Mata milikmu (perempuan), jendela hati.

יוֹנָה

yonah · merpati

Burung merpati, melambangkan kesetiaan dan cinta.

Kecantikan sejati tidak hanya tampilan luar, tetapi juga kelembutan dan kesetiaan seperti mata merpati.

Tahukah kamu

Merpati sebagai simbol cinta

Di dunia kuno, merpati sering dikaitkan dengan cinta dan kesetiaan. Matanya yang jernih dan lembut melambangkan kepolosan dan kasih.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 1:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 1:15

✕  Sering dikira

Menganggap ini hanya pujian fisik semata.

✓  Yang sebenarnya

Metafora mata merpati menunjukkan kecantikan batin yang bersahaja dan setia.

✕  Sering dikira

Mengira ini ditujukan kepada Salomo.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks ini, ini adalah percakapan antara dua kekasih, bukan Salomo.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 1:15

Setiap orang memiliki kecantikan yang unik, baik fisik maupun karakter. Luangkan waktu untuk melihat dan mengapresiasi kebaikan dalam diri orang lain, dan sampaikan itu dengan tulus.

Tuhan, buka mataku untuk melihat keindahan dalam diri orang-orang di sekitarku, dan beri aku keberanian untuk menyatakannya. Amin.