Bunga dan tekukur

Kidung Agung 2:12

Musim cinta telah tiba

PerikopDi Pintu Pengantin Perempuan · Kidung Agung 2:8-17 →
“Bunga-bunga tampak di tanah. Waktu untuk bernyanyi telah tiba; suara tekukur terdengar di tanah kita.”

Kidung Agung 2:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 2:12?

Ayat ini melanjutkan gambaran musim semi: bunga-bunga bermekaran, waktu bernyanyi tiba, dan suara tekukur terdengar. Ini melambangkan sukacita, kehidupan, dan kesempatan baru. Alam semesta dipenuhi dengan nyanyian dan keindahan, menggambarkan berkat Tuhan yang melimpah.

Latar belakang

Tanda-tanda musim semi

Kekasih melihat bunga-bunga bermekaran dan mendengar suara tekukur, yang adalah tanda musim semi. Waktunya untuk bernyanyi telah tiba, menunjukkan sukacita dan kebangkitan alam.

Di mana

Yerusalem

Di dekat rumah sang putri, pagi hari

Kapan

~950 SM

Masa Kerajaan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hujan berhenti
Pohon ara berbuah
Kamu di sini
K

Yang berbicara

Kekasih (mempelai pria)

Gembala muda, penuh kasih, ~25 tahun

S

Kepada

Sang putri (mempelai wanita)

Gadis muda, cantik, sedang jatuh cinta

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

הַנִּצָּנִים

hanitstsanim · bunga-bunga

Bunga-bunga; kuncup yang mekar.

זָמִיר

zamir · bernyanyi

Lagu atau nyanyian; juga dapat berarti 'pemangkasan' dalam konteks lain.

הַתּוֹר

hattor · tekukur

Burung tekukur; jenis burung merpati yang berbunyi.

Ketiga kata ini melukiskan alam yang hidup: bunga muncul, lagu terdengar, dan burung bernyanyi — semua menandakan kebangunan dan kebahagiaan.

Tahukah kamu

Tekukur di Israel

Tekukur (burung merpati khas) migrasi ke Israel di musim semi, sehingga suaranya menjadi penanda musim semi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 2:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 2:12

✕  Sering dikira

Menganggap 'nyanyian' adalah nyanyian ibadah.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks ini, ini adalah lagu alam, seperti kicauan burung.

✕  Sering dikira

Mengartikan 'bunga' sebagai metafora hanya untuk wanita.

✓  Yang sebenarnya

Ini juga bisa merujuk pada bunga nyata yang bermekaran di musim semi.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 2:12

Jika Tuhan sudah mengubah musim, maka kita pun harus ikut bernyanyi dan bersukacita. Perhatikan hal-hal indah yang Tuhan tempatkan di sekitar kita, dan biarkan hidup kita memancarkan pujian atas kebaikan-Nya.

Tuhan, buka mataku untuk melihat keindahan dan kebaikan-Mu di musim ini, dan biarkan hatiku bernyanyi memuji-Mu. Amin.