Pohon ara dan anggur yang mekar
Kidung Agung 2:13
Musim Semi Cinta
“Pohon ara telah mematangkan buah-buah aranya. Pohon-pohon anggur yang berbunga memberikan keharumannya. Bangunlah, marilah, sayangku, cantikku. Marilah!””Kidung Agung 2:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!”Kidung Agung 2:13 · TB
Terjemahan Baru
“Pohon ara mulai berbuah, pohon anggur semerbak bunganya. Datanglah manisku, marilah jelitaku.”Kidung Agung 2:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The fig tree putteth forth her green figs, and the vines with the tender grape give a good smell. Arise, my love, my fair one, and come away.”Kidung Agung 2:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 2:13?
Musim dingin yang keras sudah berakhir, dan alam semarak dengan bunga, nyanyian burung, dan buah ara yang matang. Ini adalah metafora bahwa masa penantian dan kesulitan telah berlalu; saatnya untuk merespons panggilan kasih dengan sukacita. Ayat ini mengundang kita untuk bangkit, keluar dari keterpurukan, dan menyambut musim baru dengan penuh pengharapan.
Latar belakang
Undangan musim semi
Sang kekasih berdiri di luar, memanggil si perempuan untuk keluar menikmati keindahan alam yang sedang bangkit. Pohon ara berbuah, anggur berbunga harum, semua menandakan waktu yang tepat untuk bercinta.
Di mana
Perbukitan di sekitar Yerusalem
Alam terbuka, musim semi
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Si laki-laki (kekasih)
Gembala muda, penuh gairah, ceria
Kepada
Si perempuan (kekasihnya)
Gadis Sulam, cantik, pendiam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְּאֵנָה
te'enah · pohon ara
Pohon yang buahnya manis, simbol berkat dan nikmat
חָנַט
chanat · memetangkan
Mengembangkan buah hingga matang, menunjukkan waktu yang tepat
סְמָדַר
semadar · berbunga
Kuncup bunga anggur yang sedang mekar, harum dan indah sementara
Ketiga kata ini menekankan kematangan dan keharuman: cinta yang sudah siap dinikmati, seperti buah dan bunga yang muncul setelah musim dingin.
Tahukah kamu
Buah ara sebagai simbol
Di Timur Tengah kuno, pohon ara yang berbuah melambangkan kemakmuran dan kesuburan, sering dipakai dalam puisi cinta sebagai metafora hasrat yang matang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 2:13
Yesaya 5:1-2
Kebun anggur
“Kekasihku mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.”
Hosea 14:7
Keharuman anggur
“Mereka akan hidup dan berkembang seperti pohon anggur, dan harumnya seperti anggur Libanon.”
Matius 24:32
Tanda musim
“Belajarlah dari pohon ara: apabila rantingnya melembut dan daunnya bertunas, kamu tahu musim panas sudah dekat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 2:13
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang alam dan pertanian.
✓ Yang sebenarnya
Alam dipakai sebagai metafora hasrat dan kesiapan untuk menjalin hubungan.
✕ Sering dikira
Berarti perempuan harus selalu mengikuti ajakan laki-laki.
✓ Yang sebenarnya
Ini undangan yang saling menghargai, bukan paksaan; dalam konteks budayanya, undangan untuk menikmati cinta pada waktunya.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 2:13
Mungkin kita sedang mengalami 'musim dingin' hidup—masa sulit atau sepi. Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap musim berlalu, dan ada waktu untuk bersukacita lagi. Jangan ragu untuk meninggalkan zona nyaman dan menyambut kesempatan baru yang Tuhan berikan.
Tuhan, terima kasih untuk musim baru yang Engkau berikan; ajari aku untuk bangkit dan menyambutnya dengan sukacita, Amin.