Wangian narwastu di meja raja

Kidung Agung 1:12

Nyanyian Cinta yang Penuh Gairah

Sementara Raja berada di mejanya, narwastuku menebarkan keharumannya.

Kidung Agung 1:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 1:12?

Kidung Agung 1:12 menggambarkan suasana ketika raja berada di meja makan, dan narwastu (minyak wangi mahal) sang mempelai perempuan mengeluarkan keharumannya. Ini melambangkan kehadiran sang mempelai perempuan yang memenuhi ruangan dengan aroma yang menyenangkan, menunjukkan keintiman dan kasih yang saling mengasihi. Ini adalah gambaran persekutuan yang hangat dan penuh kasih.

Latar belakang

Keharuman yang memikat

Wanita itu menggambarkan saat dia berada di meja raja, dan narwastunya—sejenis minyak wangi yang mahal—menebarkan aroma harum. Ini melambangkan kehadirannya yang menyenangkan dan keintiman mereka.

Di mana

Yerusalem

Di ruang perjamuan kerajaan, saat raja duduk di mejanya

Kapan

~950 SM

Zaman Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pujian dan janji hadiah
Kekasih bagaikan mur
Kamu di sini
W

Yang berbicara

Wanita Sulamit

Kekasih Salomo, yang merasakan kehadiran raja dan mengungkapkan keintiman.

P

Kepada

Para putri Yerusalem

Rombongan perempuan yang mendengarkan cerita si sulamit, mungkin para dayang istana.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נֵרְדְּ

nerd · narwastu

minyak wangi dari tanaman narwastu, simbol kemewahan dan keintiman

מֶלֶךְ

melekh · raja

pemimpin tertinggi, di sini merujuk pada Salomo

מְסִבּוֹ

mesibbo · meja

tempat duduk atau meja perjamuan, melambangkan kebersamaan

Narwastu, raja, dan meja bersama menggambarkan momen keintiman yang penuh kemewahan—keharuman menjadi simbol kehadiran yang mengesankan dan hubungan yang dekat.

Tahukah kamu

Narwastu, minyak yang sangat mahal

Narwastu adalah minyak wangi yang sangat mahal pada zaman dahulu, sering disebut dalam Alkitab; dalam Yohanes 12:3, Maria meminyaki kaki Yesus dengan narwastu murni yang sangat mahal.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 1:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 1:12

✕  Sering dikira

Narwastu adalah sesuatu yang negatif atau haram karena digunakan dalam konteks percintaan.

✓  Yang sebenarnya

Narwastu adalah hal yang netral, digunakan dalam ibadah dan pengurapan raja, jadi tidak salah.

✕  Sering dikira

Ayat ini berbicara tentang penyembahan berhala karena menyebut raja di meja.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah puisi cinta yang sah, bukan penyembahan berhala; raja di sini adalah Salomo, manusia biasa.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 1:12

Saat kita berada dalam hadirat Allah dalam doa dan penyembahan, hidup kita dapat menjadi aroma yang harum bagi-Nya dan bagi sesama. Keintiman dengan Allah memancarkan kasih yang menyegarkan dan berdampak bagi orang lain.

Bapa, biarlah kehadiran-Mu memenuhi diriku, sehingga aku dapat memancarkan aroma kasih-Mu kepada dunia di sekitarku. Amin.