Bukti Hewan Dicabik Binatang Buas
Keluaran 22:13
Hukum Keadilan di Padang
“Jika hewan itu benar-benar tercabik-cabik, biarlah dia membawanya sebagai bukti sehingga dia tidak perlu membayar ganti rugi atas apa yang telah tercabik-cabik itu.”Keluaran 22:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jika binatang itu benar-benar diterkam oleh binatang buas, maka ia harus membawanya sebagai bukti. Tidak usah ia membayar ganti binatang yang diterkam itu.”Keluaran 22:13 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau ternak itu diterkam oleh binatang buas, orang yang memeliharanya harus menunjukkan sisa-sisa tulangnya sebagai bukti kepada pemiliknya, tak perlu ia membayar ganti rugi untuk binatang itu.”Keluaran 22:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila ternyata hewan itu diserang binatang buas dan temannya bisa menunjukkan bangkainya sebagai bukti, dia tidak perlu membayar ganti rugi.”Keluaran 22:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If it be torn in pieces, then let him bring it for witness, and he shall not make good that which was torn.”Keluaran 22:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:13?
Jika hewan titipan tercabik-cabik oleh binatang buas, penjaga harus membawa sisa-sisa hewan itu sebagai bukti kepada pemiliknya. Dengan begitu, ia tidak perlu membayar ganti rugi, karena kejadian itu di luar kendalinya. Ini mengajarkan kejujuran dan transparansi dalam mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan.
Latar belakang
Bangkai sebagai bukti pembebasan
Jika hewan dimakan singa atau serigala, penjaga bisa membawa bangkainya sebagai bukti. Dengan bukti fisik ini, dia bebas dari ganti rugi. Ini adalah prinsip bahwa bencana alam atau serangan predator adalah 'force majeure' — di luar kendali manusia.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · padang gurun dengan ancaman binatang buas
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָרֹף יִטָּרֵף
tarov yitarev · tercabik-cabik
Benar-benar dicabik — bentuk penguatan yang menggambarkan serangan brutal binatang buas
יְבִאֵהוּ
yevi'ehu · membawanya
Membawa atau menunjukkannya — bangkai sebagai bukti fisik yang nyata
עֵד
ed · bukti
Saksi atau bukti — di sini bangkai berfungsi sebagai saksi bisu
Bangkai hewan yang diserahkan bukan tanda kemalasan tapi bukti integritas — penjaga tidak sembunyi-sembunyi menjual daging lalu bilang hewan dimangsa. Hukum ini cerdik dalam menangani potensi kecurangan.
Tahukah kamu
Singa masih ada di Kanaan zaman kuno
Di zaman Alkitab, singa masih ada di wilayah Kanaan dan Mesopotamia. Ancaman serangan singa terhadap ternak bukan fiksi — penulis Alkitab dan orang biasa zaman itu sangat familiar dengan ancaman ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:13
Kejadian 37:33
bangkai/bukti sebagai kesaksian
“Lalu ia mengenalinya serta berkata: itu jubah anakku! Seekor binatang buas telah memangsanya. Yusuf tentulah telah diterkam.”
Amos 3:12
serangan singa atas ternak
“Beginilah firman TUHAN: Seperti seorang gembala yang merebut dari mulut singa dua tulang kaki atau sepotong daun telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan direbut.”
1 Samuel 17:34-35
bahaya binatang buas bagi ternak
“Daud berkata kepada Saul: Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang mengambil domba dari kawanan, maka aku mengejar dan memukul dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:13
✕ Sering dikira
"Penjaga tidak perlu bukti apa-apa"
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — penjaga wajib membawa bangkai sebagai bukti fisik, tidak cukup hanya bercerita
✕ Sering dikira
"Berlaku untuk semua jenis kematian"
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini spesifik untuk serangan binatang buas — kematian karena sakit atau kecelakaan lain punya aturan berbeda
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:13
Saat kita gagal menjaga sesuatu yang dipercayakan, buktikan dengan jujur apa yang terjadi. Jangan menutup-nutupi kesalahan, tetapi tunjukkan keadaan sebenarnya. Dengan demikian, kita membangun kepercayaan dan menjaga integritas.
Tuhan, ajar aku untuk selalu jujur dan transparan dalam segala hal, terutama saat aku gagal menjaga kepercayaan orang lain. Amin.