Yakub mengenali jubah dan hancur hatinya
Kejadian 37:33
Yusuf Si Anak Kesayangan
“Dia mengenalinya dan berkata, “Ini jubah anakku! Seekor binatang buas memangsanya! Yusuf pasti sudah tercabik-cabik!””Kejadian 37:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."”Kejadian 37:33 · TB
Terjemahan Baru
“Yakub mengenali jubah itu, lalu berkata, "Betul, ini jubah anakku! Pasti dia sudah diterkam binatang buas. Aduh, anak saya Yusuf sudah mati dikoyak-koyak binatang itu!"”Kejadian 37:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yakub mengenali jubah itu dan berkata, “Benar, ini jubah anakku Yusuf. Pasti binatang buas sudah mencabik-cabik dia sampai mati dan memakannya!””Kejadian 37:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he knew it, and said, It is my son’s coat; an evil beast hath devoured him; Joseph is without doubt rent in pieces.”Kejadian 37:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 37:33?
Yakub mengenali jubah itu dan menyimpulkan bahwa Yusuf telah dimakan binatang buas, karena itulah darah yang terlihat. Ia berduka dengan sangat mendalam.
Latar belakang
Kesimpulan yang salah dari bukti yang dimanipulasi
Yakub mengenali jubah itu — bagaimana mungkin tidak, dia sendiri yang membuatnya untuk Yusuf. Dan dia langsung menarik kesimpulan: 'binatang buas memangsanya, Yusuf pasti sudah tercabik-cabik!' Kesimpulan ini adalah tepat sesuai rencana saudara-saudara. Tapi ini adalah kebohongan — Yusuf masih hidup, sedang dalam perjalanan ke Mesir. Yakub akan meratap selama bertahun-tahun untuk seseorang yang masih hidup.
Di mana
Hebron, Kanaan
Di rumah Yakub · saat menerima jubah berdarah
Kapan
~1900 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Yakub (Israel)
Bapa leluhur Israel, ayah Yusuf
Kepada
Saudara-saudara Yusuf
Anak-anak Yakub yang baru menipu ayahnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיַּכִּירָהּ
wayyakkirah · mengenalinya
Dia mengenalinya — pengakuan yang menyakitkan; Yakub tidak ragu-ragu, dia langsung tahu jubah itu milik Yusuf
חַיָּה רָעָה
khayah ra'ah · binatang buas
Binatang buas yang jahat — frase yang dipakai saudara-saudara dalam rencana awal (ay.20) dan kini diulang Yakub sebagai 'kesimpulannya'
טָרֹף טֹרַף
tarof toraf · tercabik-cabik
Dicabik atau dimangsa — penekanan ganda yang menggambarkan kematian yang brutal dan mengerikan
Yakub berkata 'binatang buas memangsanya' — persis kata yang dipakai saudara-saudara saat merencanakan kebohongan di ayat 20. Mereka menanam kata itu, dan Yakub memakainya. Ini adalah kesaksian betapa efektifnya manipulasi yang dirancang dengan cermat — dan betapa menghancurkannya.
Tahukah kamu
Bertahun-tahun meratap untuk anak yang masih hidup
Yakub akan berkabung selama sekitar 22 tahun — dari usia Yusuf 17 tahun sampai reuni mereka di Mesir saat Yusuf berusia 39 tahun. Selama 22 tahun itu, Yusuf hidup dan bahkan menjadi tangan kanan Firaun, sementara ayahnya meratap.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 37:33
Kejadian 27:33
Ishak juga pernah ditipu anaknya
“Ishak sangat terkejut dan gemetar sehingga bertanya: Siapakah yang telah berburu binatang dan membawanya kepadaku?”
Kejadian 45:28
Yusuf ternyata masih hidup
“Dan Israel berkata: Cukuplah! Anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihat dia sebelum aku mati.”
Lukas 15:24
yang dikira mati ternyata hidup
“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 37:33
✕ Sering dikira
Yakub seharusnya curiga karena tidak ada tubuh yang ditemukan
✓ Yang sebenarnya
Di dunia tanpa forensik, jubah berdarah adalah bukti yang dianggap cukup meyakinkan; Yakub langsung percaya karena tidak ada alasan untuk meragukan anak-anaknya
✕ Sering dikira
Saudara-saudara memberitahu Yakub langsung bahwa Yusuf mati
✓ Yang sebenarnya
Mereka mengajukan pertanyaan dan membiarkan Yakub sendiri yang menyimpulkan — sehingga secara teknis mereka tidak berbohong secara langsung
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 37:33
Berita palsu dapat menyebabkan luka yang dalam. Sebelum percaya atau menyebarkan informasi, pastikan kebenarannya agar tidak memperparah kesedihan orang lain.
Tuhan, mampukanlah aku untuk menjadi pembawa damai dan kebenaran, bukan sumber kepedihan. Amin.