Bayi menangis, hati putri Firaun luluh
Keluaran 2:6
Kelahiran dan Masa Muda Musa
“Sewaktu dia membukanya, dia melihat bayi itu, dan lihatlah, bayi itu menangis. Dia pun berbelaskasihan kepadanya dan berkata, “Ini pasti salah satu anak orang Ibrani.””Keluaran 2:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."”Keluaran 2:6 · TB
Terjemahan Baru
“Waktu putri raja membuka keranjang itu, dilihatnya ada bayi di dalamnya, dan bayi itu sedang menangis. Putri raja merasa kasihan kepadanya dan berkata, "Ini anak orang Ibrani."”Keluaran 2:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika dia membukanya, dia melihat bayi itu sedang menangis. Putri raja merasa kasihan terhadapnya dan berkata, “Pastilah ini bayi orang Israel.””Keluaran 2:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when she had opened it, she saw the child: and, behold, the babe wept. And she had compassion on him, and said, This is one of the Hebrews’ children.”Keluaran 2:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:6?
Putri Firaun membuka keranjang, melihat bayi menangis, dan hatinya tergerak oleh belas kasihan. Ia mengenali bahwa bayi itu adalah anak orang Ibrani, tetapi tetap memilih untuk menyelamatkannya.
Latar belakang
Tangisan yang mengubah segalanya
Ketika keranjang dibuka dan bayi menangis, sesuatu di dalam diri putri Firaun bergerak. Kata Ibrani 'berbelaskasihan' berarti perasaan belas kasih yang menguat dari dalam — seperti naluri seorang ibu. Ia langsung tahu ini bayi Ibrani, tapi bukan itu yang ia pikirkan lebih lama — ia hanya melihat bayi yang menangis dan ingin menolongnya.
Di mana
Tepi Sungai Nil, Mesir
Di tepi Nil · keranjang dibuka, tangisan bayi memecah keheningan
Kapan
~1526 SM
Perbudakan di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַתִּפְתַּח
vattiftakh · membukanya
Membuka tutup keranjang — tindakan kecil yang memulai serangkaian peristiwa besar dalam sejarah keselamatan.
בֹּכֶה
bokheh · menangis
Kata kerja yang menggambarkan tangisan nyata — tangisan inilah yang menjadi 'argumentasi' paling kuat untuk menyelamatkan Musa.
וַתַּחְמֹל
vatakhmol · berbelaskasihan
Berasal dari akar kata 'khamal' — belas kasih yang dalam, sering dipakai untuk kasih seorang ibu atau Tuhan kepada umat-Nya.
Satu tindakan kecil ('membuka'), satu suara kecil ('menangis'), menghasilkan satu respons besar ('berbelaskasihan') — Allah memimpin momen ini dengan detail yang luar biasa.
Tahukah kamu
Tangisan bayi sebagai senjata tak terduga
Secara psikologis, tangisan bayi dirancang oleh alam untuk memicu respons merawat pada manusia dewasa. Allah menggunakan mekanisme biologis yang paling dasar ini untuk menyentuh hati putri Firaun — musuh sekaligus penyelamat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:6
Mazmur 103:13
belas kasih ilahi
“Seperti seorang ayah menyayangi anak-anaknya, demikianlah TUHAN menyayangi orang-orang yang takut akan Dia.”
Keluaran 3:7
Allah mendengar tangisan
“Dan TUHAN berfirman: 'Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka.'”
Lukas 7:13
tangis menggerakkan belas kasih
“Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'Jangan menangis!'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:6
✕ Sering dikira
Putri Firaun tidak tahu ini bayi Ibrani
✓ Yang sebenarnya
Ia tahu — ia sendiri yang berkata 'ini pasti anak orang Ibrani' — tapi belas kasihnya lebih kuat dari hukum ayahnya.
✕ Sering dikira
Ini kebetulan emosional sesaat
✓ Yang sebenarnya
Putri Firaun kemudian mengadopsi Musa secara resmi dan membesarkannya sebagai anak — ini komitmen jangka panjang, bukan impuls sesaat.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:6
Belas kasihan dapat menembus batas suku, bangsa, dan status sosial. Ketika kita melihat penderitaan orang lain, kita dipanggil untuk bertindak dengan kasih, bukan berpaling. Kebaikan kecil bisa mengubah sejarah.
Tuhan, keluarkan kami dari zona nyaman untuk berbelas kasihan seperti putri Firaun, Amin.