Istri Potifar mengulang versinya kepada suami
Kejadian 39:18
Tuhan Bersama Yusuf
“Namun, ketika aku mengeraskan suaraku dan menjerit, dia meninggalkan bajunya di sampingku dan meloloskan diri.””Kejadian 39:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi ketika aku berteriak sekeras- kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."”Kejadian 39:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi ketika saya berteriak, ia lari ke luar dan jubahnya tertinggal."”Kejadian 39:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika aku berteriak, dia melarikan diri dan meninggalkan pakaiannya.”Kejadian 39:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass, as I lifted up my voice and cried, that he left his garment with me, and fled out.”Kejadian 39:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 39:18?
Istri Potifar mengakhiri tuduhannya dengan menekankan bahwa Yusuf melarikan diri meninggalkan bajunya. Kisahnya tampak meyakinkan, tetapi dia tidak memiliki saksi lain. Ayat ini menunjukkan bahwa sebuah tuduhan palsu bisa sangat merusak, bahkan tanpa bukti yang kuat, karena telinga tuannya sudah dipenuhi oleh kebohongan.
Latar belakang
Pengulangan narasi yang semakin diperkuat
Istri Potifar melanjutkan kisahnya kepada suaminya dengan menambahkan elemen baru: 'ketika aku mengeraskan suaraku' — dia mengklaim sudah melawan aktif. Ini melengkapi narasi korban yang sempurna: serangan, perlawanan, kabur. Tapi itu semua rekayasa.
Di mana
Rumah Potifar, Mesir
Kediaman pejabat Firaun · pelaporan kepada Potifar
Kapan
~1700 SM
Masa Leluhur Israel
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Allah di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וָאֶקְרָא בְּקוֹל גָּדוֹל
va'ekra beqol gadol · mengeraskan suaraku
Aku berteriak dengan suara keras — elemen klasik 'pembuktian perlawanan' dalam klaim korban.
בִּגְדוֹ
bigdo · bajunya
Bajunya — sekali lagi baju disebutkan; ini pusat dari seluruh 'bukti' yang dipegang istri Potifar.
וַיָּנָס
vayanas · meloloskan diri
Berlari kabur — kata yang sama diulang untuk keempat kalinya; pembaca diingatkan terus pada fakta yang sebenarnya.
Dengan menyebut 'berteriak keras' (va'ekra beqol gadol), 'baju' (bigdo), dan 'meloloskan diri' (vayanas), istri Potifar menutup narasi palsunyanya dengan lapisan bukti yang meyakinkan — tapi pembaca tahu itu semua dibalik.
Tahukah kamu
Dua versi cerita saling melengkapi dengan cermat
Penulis Taurat menulis kedua versi cerita istri Potifar berdekatan (ay. 14-15 kepada pelayan, ay. 17-18 kepada Potifar) sehingga pembaca bisa membandingkan dan menyadari bahwa versinya sangat konsisten — ini adalah kebohongan yang terencana, bukan ungkapan emosi spontan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 39:18
Mazmur 109:2-3
fitnah tanpa sebab
“Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu terbuka terhadap aku, mereka berbicara melawan aku dengan lidah dusta, mereka mengepung aku dengan kata-kata kebencian, dan memerangi aku tanpa sebab.”
Keluaran 23:1
larang kesaksian palsu
“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.”
Yeremia 20:10
difitnah teman dekat
“Karena aku mendengar banyak yang berbisik-bisik: Celakakan dia! Laporkan dia! Ya, semua orang yang bersahabat dengan aku mengintai apakah aku tersandung.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 39:18
✕ Sering dikira
Istri Potifar berbohong karena panik
✓ Yang sebenarnya
Narasi yang berulang dan konsisten menunjukkan ada kesengajaan — bukan kepanikan yang membuat cerita berantakan.
✕ Sering dikira
Potifar menyelidiki kebenaran sebelum bertindak
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebutkan investigasi — Potifar langsung bertindak setelah mendengar cerita istrinya.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 39:18
Saat kita mendengar tuduhan, penting untuk memeriksa kebenarannya dengan teliti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan fitnah yang tidak berdasar, karena hal itu bisa menghancurkan hidup orang lain.
Ya Tuhan, ajari aku untuk menjadi pendengar yang bijak dan tidak mudah percaya pada tuduhan tanpa bukti, serta berani membela yang benar. Amin.