Penjelasan para gembala

Kejadian 29:8

Yakub Bertemu Rahel

Namun, mereka berkata, “Kami tidak dapat melakukannya sebelum semua kawanan domba itu dikumpulkan dan batu penutup itu digulingkan dari mulut sumur. Setelah itu, kami baru dapat memberi minum domba-domba ini.”

Kejadian 29:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 29:8?

Para gembala menjelaskan bahwa mereka tidak bisa memberi minum domba sebelum semua kawanan berkumpul dan batu sumur digulingkan sesuai kebiasaan. Ini menunjukkan ada aturan dan kerja sama dalam komunitas.

Latar belakang

Aturan tidak tertulis di sumur

Para gembala menjelaskan bahwa mereka tidak bisa membuka sumur sendirian. Mereka menunggu semua kawanan berkumpul, lalu bersama-sama menggulingkan batu penutupnya.

Di mana

Padang dekat Haran

Di tepi sumur, siang hari

Kapan

~1750 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yakub tiba di sumur
Rahel datang
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Para gembala

Gembala lokal yang menjaga sumur

Y

Kepada

Yakub

Pengembara, keponakan Laban, ~77 tahun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָסַף

asaf · dikumpulkan

berkumpul, dihimpun

אֶבֶן

even · batu

batu, batu besar

בְּאֵר

be'er · sumur

sumur, lubang air

Kata-kata ini menunjukkan bahwa sumur adalah pusat komunitas dan membutuhkan kesepakatan bersama, bukan tindakan individu.

Tahukah kamu

Praktek umum di Timur Tengah

Sumur sering ditutup batu besar untuk mencegah kotoran dan orang asing, dan membukanya butuh kerja sama banyak orang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 29:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 29:8

✕  Sering dikira

Para gembala malas dan tidak mau bekerja.

✓  Yang sebenarnya

Mereka mengikuti kebiasaan yang melindungi sumur dan memudahkan semua orang.

✕  Sering dikira

Batu itu terlalu berat untuk satu orang, jadi mustahil digulingkan sendirian.

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak menyebut berat, hanya butuh semua kawanan berkumpul dulu.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 29:8

Terkadang kita harus mengikuti prosedur dan bekerja sama dengan orang lain, meskipun tampaknya tidak efisien. Kesabaran dan rasa hormat pada aturan membawa ketertiban dalam hidup.

Tuhan, beri aku kesabaran untuk menghargai proses dan bekerja sama dengan sesama, bukan hanya mengandalkan caraku sendiri. Amin.