Abimelekh membela dirinya kepada Allah — apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?
Kejadian 20:4
Abraham dan Abimelekh
“Namun, Abimelekh belum mendekati Sara dan dia berkata, “Tuhan, apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?”Kejadian 20:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?”Kejadian 20:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Abimelekh belum sampai menjamah Sara, maka kata raja itu, "Tuhan, saya tidak bersalah! Apakah Tuhan akan membinasakan saya dan bangsaku?”Kejadian 20:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abimelek belum bersetubuh dengan Sara, maka dia berkata, “Ya Penguasaku, aku dan bangsaku tidak bersalah sama sekali! Apakah Engkau akan tetap membinasakan bangsa yang tidak bersalah?”Kejadian 20:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Abimelech had not come near her: and he said, LORD, wilt thou slay also a righteous nation?”Kejadian 20:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 20:4?
Abimelekh mengaku tidak bersalah karena dia belum menyentuh Sara dan bertanya apakah Allah akan menghukum orang yang tidak bersalah. Ini menunjukkan bahwa ada orang yang tidak bersalah di hadapan Allah, karena mereka tidak tahu bahwa Sara adalah istri Abraham.
Latar belakang
Va'Avimelekh lo qarav eleyha vayyomer Adonay hago tsaddiq goy tigtor — Abimelekh belum mendekati Sara dan berkata Tuhan apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah
Namun, Abimelekh belum mendekati Sara dan dia berkata, 'Tuhan, apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?' Dua informasi penting: (1) 'Va'Avimelekh lo qarav eleyha' = Abimelekh belum mendekati Sara — informasi yang akan dikonfirmasi Allah di 20:6. Abimelekh belum melakukan apa yang dikhawatirkan. (2) Abimelekh menjawab dengan pertanyaan: 'Hago tsaddiq goy tigtor?' = Apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah? Pertanyaan yang sangat mirip dengan syafaat Abraham di 18:23: 'Apakah Engkau sungguh akan menyapu orang benar bersama orang jahat?' Dua orang yang berbeda, dalam konteks berbeda, mengajukan pertanyaan tentang keadilan ilahi dalam bahasa yang menggemakan satu sama lain.
Di mana
Gerar — dalam mimpi Abimelekh
Malam · dalam dialog mimpi antara Abimelekh dan Allah
Kapan
Sekitar 1859 SM
Dialog Abimelekh dengan Allah — pembelaan diri yang sah
Yang berbicara
Abimelekh
Yang merespons peringatan Allah dengan pertanyaan yang sangat mirip dengan syafaat Abraham di pasal 18: apakah Allah akan membunuh yang tidak bersalah?
Kepada
Allah
Yang mendengar pertanyaan Abimelekh dan akan mengakui validitas pembelaannya di ayat berikutnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא קָרַב אֵלֶיהָ
lo qarav eleyha · belum mendekati
Tidak mendekati dia — lo' (tidak, belum); qarav (mendekati; dari qarav = dekat, mendekati; qal perfek orang ketiga maskulin tunggal = telah mendekati; dengan lo' = belum mendekati); eleyha (kepadanya; dari el = kepada + sufiks feminin = kepadanya [Sara]); 'lo qarav eleyha' adalah eufemisme standar untuk tidak melakukan hubungan seksual; fakta yang Abimelekh sampaikan untuk membuktikan ketidakbersalahannya.
גּוֹי צַדִּיק
goy tsaddiq · bangsa yang tidak bersalah
Bangsa yang benar/tidak bersalah — goy (bangsa, orang non-Israel; dari gava' = berkumpul; dalam Kejadian digunakan secara umum untuk bangsa mana pun); tsaddiq (benar, tidak bersalah, adil; dari tsadaq = benar, adil; kata sifat = orang/bangsa yang benar); Abimelekh mengklaim bahwa bangsanya — bukan hanya dirinya — adalah 'goy tsaddiq' yang tidak layak dihukum atas kesalahannya yang tidak disengaja.
הֲגוֹי גַּם צַדִּיק תַּהֲרֹג
hagoy gam tsaddiq taharog · apakah Engkau akan membunuh
Apakah bangsa yang tidak bersalah juga akan kamu bunuh — ha (partikel interogativa = apakah?); goy gam tsaddiq (bangsa yang bahkan tidak bersalah); taharog (kamu akan membunuh; dari harag = membunuh; qal imperfek orang kedua maskulin tunggal = kamu akan membunuh); pertanyaan yang menuntut penjelasan: apakah keadilan ilahi berarti membunuh yang tidak tahu dan tidak bersalah?
Va'Avimelekh lo qarav eleyha vayyomer 'Adonay hagoy gam tsaddiq taharog (Abimelekh belum mendekati Sara dan berkata Tuhan apakah bangsa yang benar juga akan kamu bunuh). Lo qarav eleyha — belum mendekati, bukti ketidakbersalahan. Goy tsaddiq — bangsa yang tidak bersalah, klaim yang valid. Taharog — akan membunuh, pertanyaan tentang keadilan yang menggemakan syafaat Abraham.
Tahukah kamu
Hago tsaddiq goy tigtor: pertanyaan Abimelekh yang menggemakan syafaat Abraham
Pertanyaan Abimelekh 'Hago tsaddiq goy tigtor?' (Apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?) menggemakan pertanyaan Abraham di 18:23: 'Ha'af tissafeh tsaddiq 'im rasha'?' (Apakah Engkau akan menyapu orang benar bersama orang jahat?). Keduanya mengajukan pertanyaan tentang keadilan ilahi ketika yang tidak bersalah terancam karena tindakan orang lain. Dalam kedua kasus, Allah merespons dengan mengakui validitas pertanyaan itu. Ini menunjukkan bahwa kesadaran tentang keadilan ilahi tidak eksklusif dimiliki Abraham — bahkan seorang raja non-Israel dari Gerar pun memiliki intuisi moral yang cukup untuk bertanya: apakah adil membunuh yang tidak tahu?
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:4
Kejadian 18:23
pertanyaan Abimelekh (20:4: 'apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?') menggemakan syafaat Abraham (18:23: 'apakah Engkau akan menyapu orang benar bersama orang jahat?'); keduanya adalah pertanyaan tentang keadilan ilahi ketika yang tidak bersalah terancam karena tindakan orang lain; Allah menjawab keduanya dengan validasi
“Apakah Engkau sungguh-sungguh akan menyapu orang yang benar bersama-sama dengan orang yang jahat?”
Ulangan 25:1
intuisi Abimelekh tentang keadilan ('apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?', 20:4) mencerminkan prinsip hukum yang kemudian dikodifikasi di Ul. 25:1: membebaskan yang benar dan menyalahkan yang jahat; standar keadilan universal yang bahkan raja non-Israel intuitif miliki
“Jika ada pertengkaran antara orang-orang dan mereka datang ke pengadilan... hakim-hakim harus membebaskan yang benar dan menyatakan bersalah orang yang jahat.”
Yunus 4:11
Allah yang sayang kepada 'bangsa yang tidak tahu' di Niniwe (Yun. 4:11) menggemakan Allah yang mencegah Abimelekh yang 'tidak tahu' bahwa Sara adalah istri Abraham (20:4-6); prinsip yang sama: Allah mempertimbangkan ketidaktahuan dalam menilai tindakan manusia
“Dan Aku, tidak bolehkah Aku sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang yang tidak tahu tangan kanan dari tangan kirinya...?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 20:4
✕ Sering dikira
"Abimelekh berbohong kepada Allah tentang tidak mendekati Sara."
✓ Yang sebenarnya
Allah di 20:6 mengonfirmasi kebenaran pernyataan Abimelekh: 'Ya, Aku tahu bahwa kamu melakukan hal ini dalam ketulusan hatimu; Aku yang mencegahmu menyentuhnya.' Allah sendiri memvalidasi klaim Abimelekh. Tidak ada indikasi dalam teks bahwa Abimelekh berbohong.
✕ Sering dikira
"'Bangsa yang tidak bersalah' menunjukkan Abimelekh memiliki iman yang benar kepada Allah Israel."
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan Abimelekh menunjukkan intuisi moral tentang keadilan, bukan iman kepada Allah Israel secara khusus. Abimelekh berbicara kepada 'Adonay' dalam mimpi, tapi ini mencerminkan pengetahuan umum tentang keberadaan Allah yang mengatur moral, bukan iman Abrahamik yang spesifik.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 20:4
Terkadang kita bisa berlaku salah tanpa disengaja. Tuhan mengerti hati kita, tetapi kita tetap harus bertanggung jawab atas tindakan kita.
Tuhan, ampunilah aku jika aku telah berbuat dosa tanpa sadar, dan berilah hikmat agar aku tidak mengulanginya. Amin.