Perselisihan Dibawa ke Hakim
Ulangan 25:1
Keadilan, Kemanusiaan, dan Warisan
“Apabila ada perselisihan di antara dua orang, mereka harus pergi ke pengadilan. Para hakim akan memutuskan, yang benar kepada yang benar dan yang salah kepada yang salah.”Ulangan 25:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila ada perselisihan di antara beberapa orang, lalu mereka pergi ke pengadilan, dan mereka diadili dengan dinyatakannya siapa yang benar dan siapa yang salah,”Ulangan 25:1 · TB
Terjemahan Baru
“Misalkan dua orang Israel pergi ke pengadilan untuk mengadukan suatu perkara, lalu yang seorang dinyatakan tidak bersalah, dan yang lain bersalah.”Ulangan 25:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selanjutnya Musa mengajar umat Israel, “Suatu saat mungkin terjadi hal seperti ini: Dua orang Israel berselisih dan membawa masalah mereka ke pengadilan, lalu hakim menyatakan siapa yang benar dan siapa yang bersalah di antara kedua orang itu.”Ulangan 25:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If there be a controversy between men, and they come unto judgment, that the judges may judge them; then they shall justify the righteous, and condemn the wicked.”Ulangan 25:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ulangan 25:1?
Ayat ini mengajarkan tentang penyelesaian perselisihan melalui pengadilan yang adil. Hakim bertugas memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah, menunjukkan bahwa keadilan harus ditegakkan secara imparsial dan berdasarkan hukum, bukan kekerasan atau balas dendam pribadi.
Latar belakang
Aturan Awal untuk Peradilan
Ayat ini membuka instruksi tentang sistem hukum: jika ada sengketa, harus dibawa ke hakim. Fokusnya adalah memastikan keadilan—hakim harus memutuskan dengan benar, menyatakan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan di seberang Sungai Yordan, sebelum masuk Tanah Perjanjian
Kapan
~1400 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pembawa hukum, ~120 tahun
Kepada
Orang Israel
Umat pilihan Tuhan, generasi kedua jelang masuk Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רִיב
riv · perselisihan
sengketa atau perkara hukum yang melibatkan dua belah pihak
מִשְׁפָּט
mishpat · pengadilan
tempat atau proses pengambilan keputusan hukum yang adil
שָׁפַט
shafat · memutuskan
menghakimi atau memberikan keputusan berdasarkan hukum
Ketiga kata ini menekankan bahwa keadilan bukan sekadar opini, melainkan proses yang terstruktur. Riv adalah konflik yang nyata, mishpat adalah bingkai hukum, dan shafat adalah tindakan memutuskan—keadilan harus ditegakkan secara legal, bukan dengan main hakim sendiri.
Tahukah kamu
Hakim di Israel kuno
Di masa Musa, hakim bukan hanya satu orang; ada sistem berjenjang, dengan hakim lokal untuk perkara kecil (Keluaran 18). Ayat ini menjadi dasar hukum acara peradilan di Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ulangan 25:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ulangan 25:1
✕ Sering dikira
Ini berarti semua masalah harus dibawa ke pengadilan formal.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini mengatur sengketa yang serius, bukan konflik kecil atau pribadi yang bisa diselesaikan secara damai.
✕ Sering dikira
Hakim bisa memutuskan seenaknya asal menurut benar dan salah.
✓ Yang sebenarnya
Mereka harus mengikuti hukum yang diberikan Tuhan, dan keadilan adalah standar yang objektif.
Renungan
Renungan Singkat Ulangan 25:1
Saat kita berselisih dengan orang lain, penting untuk menyelesaikannya secara adil dan tidak memihak, mungkin dengan bantuan pihak ketiga yang netral. Hindari main hakim sendiri, dan percayalah pada proses yang benar.
Tuhan, ajarlah kami untuk mencari keadilan yang benar dalam setiap perselisihan, dan berikan kami kebijaksanaan untuk menjadi penengah yang adil. Amin.