Abimelekh mengutip bukti ketidaksalahannya — Abraham dan Sara keduanya berkata hal yang sama
Kejadian 20:5
Abraham dan Abimelekh
“Bukankah dia sendiri yang berkata kepadaku, ‘Perempuan ini adalah adikku,’? Lalu, bukankah perempuan itu juga berkata, ‘Laki-laki ini adalah kakakku,’? Aku melakukan ini dalam ketulusan hatiku dan ketidakbersalahan tanganku.””Kejadian 20:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci."”Kejadian 20:5 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham sendiri mengatakan bahwa wanita itu adiknya, dan wanita itu berkata demikian juga. Saya telah melakukan hal itu dengan hati nurani yang bersih, jadi aku tidak bersalah."”Kejadian 20:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abraham sendiri yang mengatakan bahwa perempuan itu adiknya, dan perempuan itu juga mengaku demikian. Jadi, aku melakukan semua ini tanpa niat jahat dan tidak bersalah!””Kejadian 20:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Said he not unto me, She is my sister? and she, even she herself said, He is my brother: in the integrity of my heart and innocency of my hands have I done this.”Kejadian 20:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 20:5?
Abimelekh menjelaskan bahwa dia bertindak dengan tulus dan tidak bersalah karena Abraham dan Sara sendiri yang mengatakan bahwa mereka saudara. Ini menunjukkan bahwa penipuan Abraham menjadi akar masalahnya.
Latar belakang
Halo hu amar li ahoti hi vehi gam hi omeret ahhi hu betom levavi uveniqqayon kappay asiti zot — Bukankah dia sendiri yang berkata kepadaku dia adalah adikku dan dia juga berkata dia adalah kakakku dalam ketulusan hatiku dan kebersihan tanganku aku melakukan ini
Bukankah dia sendiri yang berkata kepadaku, 'Perempuan ini adalah adikku,'? Lalu, bukankah perempuan itu juga berkata, 'Laki-laki ini adalah kakakku,'? Aku melakukan ini dalam ketulusan hatiku dan ketidakbersalahan tanganku. Abimelekh memperkuat pembelaannya dengan dua sumber yang konsisten: Abraham mengatakan A, Sara mengonfirmasi A. Tidak ada cara baginya untuk mengetahui kebenaran yang lebih dalam. 'Betom levavi' = dalam ketulusan/kesederhanaan hatiku — 'tom' berarti tidak terbagi, tulus, lengkap. 'Uveniqqayon kappay' = dalam kebersihan tanganku — 'naqah' berarti bersih, tidak bersalah. Dua frasa yang menggambarkan kondisi batin (hati) dan kondisi tindakan (tangan) sebagai bukti ketidaksalahan.
Di mana
Gerar — dalam mimpi Abimelekh
Malam · dialog mimpi yang berlanjut
Kapan
Sekitar 1859 SM
Pembelaan diri Abimelekh yang lengkap — dua saksi, satu klaim
Yang berbicara
Abimelekh
Yang memperkuat pembelaannya dengan mengutip dua sumber: Abraham yang berkata 'dia adikku' dan Sara yang mengonfirmasi 'dia kakakku'
Kepada
Allah
Yang mendengar pembelaan Abimelekh dan akan mengakui validitasnya di ayat berikutnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּתָם לְבָבִי
betom levavi · ketulusan hatiku
Dalam ketulusan hatiku — betom (dalam ketulusan/kesempurnaan; dari tam = lengkap, tulus, tidak terbagi; dengan be = dalam ketulusan/kesederhanaan); levavi (hatiku; dari lev = hati + sufiks orang pertama = hatiku); 'tom levav' = ketulusan hati, integritas batin yang tidak terbagi; kata yang digunakan untuk Nuh (tam, 6:9) dan yang diminta Allah dari Abraham (tamim, 17:1); Abimelekh mengklaim kondisi batin yang ternyata diakui Allah.
וּבְנִקְיֹן כַּפַּי
uveniqqayon kappay · kebersihan tanganku
Dan dalam kebersihan tanganku — uveniqqayon (dan dalam kebersihan; dari naqah = bersih, tidak bersalah; dengan be = dalam kebersihan); kappay (telapak tanganku; dari kaf = telapak tangan, tangan; sufiks orang pertama jamak = telapak tanganku); 'niqqayon kappayim' = kebersihan tangan, tidak melakukan tindakan yang salah; sama dengan 'niqqayon kappayim' dalam Mazmur 24:4 sebagai syarat hadirat Allah.
עָשִׂיתִי זֹאת
'asiti zot · aku melakukan ini
Aku melakukan hal ini — 'asiti (dari 'asah = melakukan; qal perfek orang pertama tunggal = aku telah melakukan); zot (hal ini, ini; kata ganti demonstratif feminin = hal ini yang spesifik); 'asiti zot betom levavi' = aku melakukan hal ini dalam ketulusan hatiku; Abimelekh mengakui bahwa dia melakukan tindakan mengambil Sara, tapi dalam keadaan tidak tahu dan tidak bermaksud buruk.
Halo hu amar li 'ahoti hi vehi gam hi 'omeret 'ahhi hu betom levavi uveniqqayon kappay 'asiti zot (Bukankah dia berkata kepadaku dia adalah adikku dan dia juga berkata dia adalah kakakku dalam ketulusan hatiku dan kebersihan tanganku aku melakukan ini). Betom levavi — ketulusan hati, kondisi batin yang Allah akui valid. Niqqayon kappay — kebersihan tangan, tidak melakukan yang salah secara sadar. Asiti zot — aku melakukan ini, pengakuan tindakan tanpa penyangkalan.
Tahukah kamu
Tom levav dan niqqayon kappayim: kemurnian hati dan kebersihan tangan dalam teologi Ibrani
Dua frasa yang Abimelekh gunakan — 'betom levavi' (dalam ketulusan hatiku) dan 'uveniqqayon kappay' (dalam kebersihan tanganku) — adalah frasa teologis yang kaya dalam tradisi Ibrani. 'Tom/tamim' (tulus, lengkap, tidak terbagi) adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan Nuh ('Nuh adalah orang yang benar dan tidak bercela', 6:9), Abraham ('berjalanlah di hadapan-Ku dan jadilah tak bercela', 17:1), dan Job ('Ayub adalah orang yang tak bercela dan jujur', 1:1). 'Niqqayon kappayim' = kebersihan tangan muncul dalam Mazmur 24:4 ('orang yang tangannya bersih dan hatinya murni') sebagai syarat untuk naik ke gunung TUHAN. Abimelekh — seorang raja non-Israel — menggunakan kosakata teologis yang tepat dan yang Allah sendiri konfirmasi di 20:6.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:5
Mazmur 24:3-4
Abimelekh yang membela dirinya dengan 'betom levavi uveniqqayon kappay' (20:5) menggunakan kosakata yang sama dengan syarat Mazmur 24:4: 'niqqayon kappayim' (tangan yang bersih) dan 'bar levav' (hati yang murni); Allah yang mengakui pembelaan Abimelekh di 20:6 menunjukkan bahwa evaluasi ilahi mempertimbangkan kondisi hati dan tangan, bukan hanya tindakan luarnya
“Siapakah yang boleh naik ke gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang tangannya bersih dan hatinya murni...”
Ayub 9:20
Ayub yang bergumul dengan pembelaan dirinya kepada Allah (Ayb. 9:20) menggunakan bahasa yang sama dengan Abimelekh (20:5) — keduanya berbicara tentang ketidaksalahan diri di hadapan Allah; tapi hasilnya berbeda: Ayub meragukan apakah pembelaannya akan diterima, Abimelekh yang langsung menerima konfirmasi Allah di 20:6
“Meskipun aku benar, mulutku sendiri yang menyatakan aku bersalah; meskipun aku tidak bercela, ia membuktikan aku berliku.”
1 Samuel 26:23
prinsip bahwa Allah membalas sesuai kebenaran ('tsidqatam') dan kesetiaan seseorang (1 Sam. 26:23) adalah prinsip yang Abraham juga nyatakan dalam syafaatnya (18:25); ketika Allah mengakui 'tom levav' Abimelekh di 20:6, Allah menerapkan prinsip yang sama: mempertimbangkan kondisi batin yang sesungguhnya
“TUHAN membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan kebenarannya dan kesetiaannya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 20:5
✕ Sering dikira
"Abimelekh berbohong kepada Allah untuk melindungi dirinya dari hukuman."
✓ Yang sebenarnya
Allah di 20:6 mengonfirmasi kebenaran klaim Abimelekh: 'Aku tahu bahwa kamu melakukan hal ini dalam ketulusan hatimu.' Allah yang Mahatahu tidak bisa dibohongi dalam mimpi — dan Allah memvalidasi, bukan menyangkal, pembelaan Abimelekh.
✕ Sering dikira
"Sara 'berkata bahwa Abraham adalah kakaknya' berarti Sara aktif berdusta dan sama bersalahnya dengan Abraham."
✓ Yang sebenarnya
Kejadian 12:13 mencatat bahwa Abraham yang meminta Sara untuk menyebut dirinya sebagai adik Abraham ('katakanlah bahwa engkau adalah adikku'). Sara mengikuti instruksi suaminya. Dalam konteks budaya kuno di mana istri mengikuti arahan suami, Sara adalah peserta yang tidak sepenuhnya bebas dalam skema ini. Abimelekh mengutip Sara sebagai saksi ketidaksalahannya, bukan untuk menyalahkan Sara.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 20:5
Ketidakjujuran dapat menyebabkan masalah bagi orang lain. Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan agar tidak menyesatkan orang lain.
Bapa, mampukanlah aku untuk hidup dalam kebenaran, agar kata-kataku tidak menyebabkan orang lain berbuat salah. Amin.