Allah memperingatkan Abimelekh dalam mimpi — kamu akan mati karena mengambil istri orang lain

Kejadian 20:3

Abraham dan Abimelekh

Akan tetapi, pada suatu malam, Allah berkata kepada Abimelekh dalam mimpi, firman-Nya, “Kamu akan mati sebab perempuan yang kauambil itu adalah istri orang lain.”

Kejadian 20:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 20:3?

Allah menegur Abimelekh dalam mimpi dan mengancam akan menghukumnya karena mengambil istri orang. Ini menunjukkan bahwa Allah peduli pada kebenaran dan melindungi pernikahan yang kudus.

Latar belakang

Vayavo Elohim el Avimelekh bahhlom hallayla vayyomer lo hinekha met al ha'ishah asher laqahhtah vehi be'ulat ba'al — Allah datang kepada Abimelekh dalam mimpi malam hari dan berkata kamu akan mati karena perempuan yang kamu ambil itu adalah istri orang lain

Akan tetapi, pada suatu malam, Allah berkata kepada Abimelekh dalam mimpi, firman-Nya, 'Kamu akan mati sebab perempuan yang kauambil itu adalah istri orang lain.' 'Vayavo Elohim el Avimelekh bahhlom hallayla' = Allah datang kepada Abimelekh dalam mimpi malam hari. Allah berbicara kepada orang non-Israel dalam mimpi — pola yang muncul di Kejadian: Allah berbicara kepada Laban (31:24), Firaun (41:1-7), dan di sini Abimelekh. Allah tidak terbatas hanya kepada umat Israel dalam komunikasi-Nya. 'Hinekha met' = kamu akan mati, engkau mati — peringatan yang langsung. 'Be'ulat ba'al' = yang dimiliki oleh suami, yaitu istri orang. Abimelekh diberi informasi yang jelas dan ancaman yang jelas.

Di mana

Gerar — istana Abimelekh

Malam · dalam mimpi

Kapan

Sekitar 1859 SM

Intervensi ilahi malam itu — sebelum Abimelekh mendekati Sara

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Abimelekh mengambil Sara (20:2)
Abimelekh menjawab Allah dalam mimpi (20:4)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Allah

Yang berbicara kepada Abimelekh dalam mimpi — seorang raja non-Israel — dengan peringatan yang langsung dan serius

A

Kepada

Abimelekh raja Gerar

Yang menerima peringatan ilahi dalam mimpi sebelum melakukan tindakan yang bisa membawa kematian baginya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בַּחֲלוֹם הַלַּיְלָה

bahhlom hallayla · dalam mimpi

Dalam mimpi malam — bahhlom (dalam mimpi; dari hhlom = mimpi; dengan be = dalam; hahlom = mimpi yang spesifik); hallayla (malam itu; dari layl = malam; dengan artikel = malam itu yang spesifik); 'bahhlom hallayla' = dalam mimpi pada malam hari; komunikasi melalui mimpi adalah salah satu cara Allah berbicara dalam Kejadian; berbeda dengan penampakan langsung kepada Abraham di 12:1 dan 18:1.

הִנְּךָ מֵת

hinnekha met · kamu akan mati

Kamu akan mati — hinnekha (lihat, engkau; dari hinneh = lihat + sufiks orang kedua maskulin = lihat engkau/kamu); met (mati; dari mut = mati; qal partisip maskulin tunggal = yang mati/akan mati); 'hinnekha met' = sesungguhnya engkau (akan) mati; bentuk partisip menunjukkan kondisi yang sudah menuju kematian atau akan segera terjadi; peringatan yang langsung dan tidak ambigu.

בְּעוּלַת בָּעַל

be'ulat ba'al · istri orang lain

Yang dimiliki suami — be'ulat (dari ba'al = menguasai, memiliki; qal partisip pasif feminin = yang dimiliki/yang dikuasai); ba'al (suami, tuan; dari ba'al = menguasai; digunakan untuk 'suami' dan 'tuan'); bersama 'be'ulat ba'al' = yang dimiliki oleh suaminya; istilah hukum yang menunjukkan status Sara sebagai wanita yang sudah dalam hubungan suami-istri; mengambil 'be'ulat ba'al' adalah tindakan yang sangat serius dalam hukum kuno.

Vayavo Elohim el Avimelekh bahhlom hallayla vayyomer lo hinnekha met 'al ha'ishah 'asher laqahhtah vehi be'ulat ba'al (Allah datang kepada Abimelekh dalam mimpi malam dan berkata padanya sesungguhnya kamu mati karena perempuan yang kamu ambil dan dia adalah istri orang lain). Bahhlom hallayla — dalam mimpi malam, cara Allah berbicara kepada non-Israel. Hinnekha met — kamu (akan) mati, peringatan yang langsung. Be'ulat ba'al — istri orang lain, status hukum yang serius.

Tahukah kamu

Allah berbicara kepada raja non-Israel dalam mimpi: teologi universal dalam Kejadian

Bahwa Allah berbicara kepada Abimelekh — raja non-Israel dari Gerar — dalam mimpi (20:3) adalah salah satu contoh paling jelas dari teologi universal Kejadian: Allah tidak hanya berinteraksi dengan Abraham dan keturunannya. Dalam Kejadian saja, Allah berbicara kepada Hagar (16:9-13), Abimelekh (20:3), Laban (31:24), Firaun (melalui mimpi yang Yusuf tafsirkan, 41:1-7). Allah Raja Semesta Bumi (tema yang Abraham nyatakan dalam syafaatnya di 18:25) berinteraksi dengan manusia dari berbagai latar belakang. Abimelekh yang menerima peringatan dalam mimpi dan merespons dengan serius menunjukkan bahwa ada standar moral universal yang Allah tegakkan bahkan di luar komunitas Abraham.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 20:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 20:3

✕  Sering dikira

"Allah menghukum Abimelekh karena Abimelekh adalah orang jahat yang sengaja mencuri istri orang."

✓  Yang sebenarnya

Ayat berikutnya (20:4-5) menunjukkan bahwa Abimelekh tidak tahu Sara adalah istri Abraham — dia bertindak dalam 'ketidakbersalahan tangan dan ketulusan hati' berdasarkan informasi yang diberikan Abraham. Allah sendiri di 20:6 mengakui ketidaksalahan Abimelekh. Peringatan ini bukan hukuman atas kejahatan yang disengaja tapi intervensi preventif sebelum dosa terjadi tanpa sengaja.

✕  Sering dikira

"Allah hanya berbicara kepada Israel dan keturunannya, jadi kisah ini aneh secara teologis."

✓  Yang sebenarnya

Kejadian berulang kali menampilkan Allah berbicara kepada non-Israel: Hagar (16:9-13), Abimelekh (20:3), Laban (31:24). Allah adalah Raja Semesta Bumi (18:25) yang memiliki otoritas dan kepedulian terhadap semua bangsa. Dalam Kejadian, Allah menegakkan standar moral universal kepada semua orang, bukan hanya kepada Abraham dan keturunannya.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 20:3

Kita harus berhati-hati dalam tindakan kita, terutama yang menyangkut hubungan orang lain. Allah melihat dan menegur dosa yang dilakukan, bahkan dalam mimpi.

Ya Allah, sadarkanlah aku ketika aku berbuat salah, bahkan yang tersembunyi, dan bimbinglah aku untuk bertobat. Amin.