Kitab Kejadian · 16 ayat

Kejadian 16

Hagar dan Ismael

Tentang pasal ini

Pada saat itu, Sarai, istri Abram, tidak mempunyai anak. Sarai mempunyai hamba perempuan dari Mesir bernama Hagar. Kalimat pertama mengingatkan kembali realitas yang sudah kita tahu sejak 11:30: Sarai mandul. Setelah janji bintang yang indah di pasal 15, kenyataan pahit ini kembali menghantam. Kalimat kedua: Sarai punya hamba perempuan dari Mesir bernama Hagar. Dua kalimat yang tampak terpisah sebenarnya sudah menyiapkan pembaca untuk konflik yang akan muncul: dari mana Hagar berasal (Mesir) dan siapa dia (hamba perempuan milik Sarai) adalah informasi yang akan menjadi sangat relevan. Hagar mungkin adalah bagian dari harta benda yang diperoleh Abraham di Mesir (12:16).

Di manaKanaan — kemungkinan di daerah Mamre, HebronKapanSekitar 1875 SM — sepuluh tahun setelah Abraham memasuki Kanaan (16:3)SiapaMusa (penulis)
Hagar dan Ismael1Pada saat itu, Sarai, istri Abram, tidak mempunyai anak. Sarai mempunyai hamba perempuan dari Mesir bernama Hagar. 2Lalu, Sarai berkata kepada Abram, “Lihatlah, TUHAN mencegahku melahirkan anak. Karena itu, aku mohon kepadamu, bersetubuhlah dengan hambaku, mungkin aku dapat memiliki anak melaluinya.” Abram pun mendengarkan suara Sarai. 3Jadi, setelah sepuluh tahun lamanya Abram tinggal di tanah Kanaan, Sarai, istri Abram mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, dan memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi istrinya. 4Lalu, Abram bersetubuh dengan Hagar sehingga perempuan itu mengandung. Ketika Hagar tahu bahwa dia mengandung, dia pun memandang rendah nyonyanya itu. 5Sarai berkata kepada Abram, “Kiranya penghinaan yang kuterima ini menjadi tanggung jawabmu! Aku telah memberikan hambaku ke dalam pelukanmu, tetapi ketika dia tahu bahwa dia mengandung, dia memandang rendah aku. Kiranya TUHAN menjadi hakim antara aku dan engkau!” 6Akan tetapi, Abram berkata kepada Sarai, “Lihatlah, hambamu itu ada dalam kuasamu. Karena itu, perlakukanlah dia menurut yang kaupandang baik.” Lalu, Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga dia melarikan diri. 7Malaikat TUHAN menemukan Hagar di dekat mata air di padang belantara. Mata air itu berada di dekat jalan menuju Syur. 8Kata Malaikat itu, “Hagar, hamba Sarai, dari manakah kamu dan ke mana kamu akan pergi?” Jawab Hagar, “Aku melarikan diri dari Sarai, nyonyaku.” 9Kemudian, Malaikat TUHAN berkata kepadanya, “Kembalilah kepada nyonyamu dan tunduklah di bawah otoritasnya.” 10Malaikat TUHAN itu juga berkata, “Aku akan melipatgandakan keturunanmu sehingga jumlahnya akan menjadi terlalu banyak untuk dihitung.” 11Lalu, Malaikat TUHAN itu berkata lagi kepadanya, “Dengar, kamu sedang mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki. Kamu akan menamainya Ismael sebab TUHAN telah mendengar tentang penderitaanmu. 12Dia akan menjadi manusia yang seperti keledai liar. Tangannya akan melawan setiap orang, dan tangan setiap orang akan melawannya. Dia akan tinggal berseberangan dengan semua saudaranya.” 13Lalu, Hagar memanggil nama TUHAN yang berbicara kepadanya itu dengan sebutan, “Engkaulah El-Roi!” sebab katanya, “Sungguhkah di sini aku telah melihat Dia yang telah melihat aku?” 14Itulah sebabnya, mata air itu dinamakan sumur Lahai-Roi, yang terletak di antara Kadesh dan Bered. 15Kemudian, Hagar melahirkan anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamai anak itu Ismael. 16Abram berumur 86 tahun ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya