Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga dia melarikan diri — titik balik yang membawa pertemuan dengan Allah

Kejadian 16:6

Hagar dan Ismael

Akan tetapi, Abram berkata kepada Sarai, “Lihatlah, hambamu itu ada dalam kuasamu. Karena itu, perlakukanlah dia menurut yang kaupandang baik.” Lalu, Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga dia melarikan diri.

Kejadian 16:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 16:6?

Abram melepas tanggung jawabnya dengan menyerahkan Hagar kembali ke Sarai. Akibatnya, Hagar diperlakukan kasar dan melarikan diri. Ini menunjukkan ketidakharmonisan yang timbul karena keputusan mereka.

Latar belakang

Vatanneha — dan dia melarikan diri: Hagar mengambil tindakan yang paling manusiawi

Akan tetapi, Abram berkata kepada Sarai, 'Lihatlah, hambamu itu ada dalam kuasamu. Karena itu, perlakukanlah dia menurut yang kaupandang baik.' Lalu, Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga dia melarikan diri. Abraham merespons konflik dengan menyerahkan Hagar kembali ke tangan Sarai — 'ada dalam kuasamu.' Kata 'kuasa' (yad = tangan) adalah kata kekuasaan yang absolut dalam konteks ini. Abraham melepaskan tanggung jawabnya atas Hagar. Sarai kemudian 'memperlakukan Hagar dengan kasar' (vateanneha) — kata yang sama yang kemudian digunakan untuk penindasan Israel di Mesir (Kel. 1:11-12). Hagar melarikan diri ke padang belantara — pelarian yang membawanya ke mata air dan pertemuan dengan Allah yang mengubah segalanya.

Di mana

Kanaan → padang belantara menuju Syur

Hagar melarikan diri dari rumah tangga Abraham · menuju padang yang berbahaya

Kapan

Sekitar 1874 SM

Pelarian Hagar — dari rumah tangga ke padang belantara

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sarai menuntut keadilan dari Abraham (16:5)
Malaikat TUHAN menemukan Hagar di dekat mata air (16:7)
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa (penulis)

Narator yang mencatat respons Abraham (menyerahkan masalah ke Sarai), respons Sarai (memperlakukan Hagar dengan keras), dan respons Hagar (melarikan diri) — tiga tindakan yang membawa Hagar ke pertemuan dengan Allah

I

Kepada

Israel di padang gurun

Umat yang mengenal penderitaan dan pelarian — dan yang akan menemukan Allah justru dalam kondisi pelarian dan keputusasaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בְּיָדֵךְ

beyadekh · ada dalam kuasamu

Di tanganmu/dalam kuasamu — be (di, dalam); yadekh (tanganmu; dari yad = tangan; dalam konteks kepemilikan dan kekuasaan, 'tangan' adalah metafora untuk otoritas dan kontrol penuh); Abraham menyerahkan kendali penuh atas Hagar kepada Sarai — dia melepaskan tanggung jawabnya sebagai suami Hagar.

וַתְּעַנֶּהָ

vatte'annehah · memperlakukan dengan kasar

Dan dia menindas/menyiksa dia — vatte'annehah (dari anah = menindas, merendahkan, menyiksa; piel intensif = tindakan penindasan yang berat dan berulang; dengan sufiks -ah = dia perempuan = Hagar); kata yang sangat kuat yang sama digunakan untuk penindasan Israel di Mesir (Kel. 1:11-12) dan juga dalam kata 'onyi' = penderitaan yang Allah dengar (16:11).

וַתִּבְרַח

vattivrakh · melarikan diri

Dan dia melarikan diri — vattivrakh (dari barakh = melarikan diri, kabur; konsekutif imperfek feminin; kata kerja yang menggambarkan pelarian yang cepat dari ancaman; digunakan untuk Yakub yang melarikan diri dari Esau, Musa yang melarikan diri dari Mesir; pelarian Hagar ke padang belantara adalah awal dari pertemuan dengan Allah yang paling dramatis).

Vayyomer Avram el Sarai hinneh shifhhatekh beyadekh asi lah hattov be'eynayikh vatteannehah Sarai vattivrakh mippaneyha (Dan Abram berkata kepada Sarai lihatlah hambamu di tanganmu lakukan kepadanya yang baik di matamu dan Sarai menindas dia dan dia melarikan diri dari hadapannya). Tiga tindakan dalam satu ayat: Abraham menyerahkan (beyadekh), Sarai menindas (vatteannehah), Hagar melarikan diri (vattivrakh). Tiga keputusan yang membawa Hagar ke padang belantara — dan kepada Allah yang akan menemukannya di sana.

Tahukah kamu

Vateanneha: kata 'menindas' yang sama digunakan untuk perbudakan Israel di Mesir

Kata yang digunakan untuk Sarai 'memperlakukan Hagar dengan kasar' adalah vateanneha (dari anah = menindas, merendahkan, menyiksa). Kata yang sama muncul di Keluaran 1:11-12 untuk menggambarkan bagaimana orang Mesir menindas Israel: 'vaye'annu oto besivlot' (mereka menindas mereka dengan beban berat). Ironi yang gelap dalam teks: Hagar, orang Mesir, ditindas oleh Sarai orang Israel — dengan kata yang sama yang kemudian digunakan untuk Israel yang ditindas di Mesir. Allah merespons penderitaan Hagar (16:11: 'TUHAN telah mendengar penderitaanmu') dengan kata 'onyi' dari akar yang sama. Allah mendengar penindasan (anah) — dan Dia merespons.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 16:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 16:6

✕  Sering dikira

"Abraham bertindak benar dengan menyerahkan Hagar kepada Sarai karena Sarai memang berhak atas hambanya."

✓  Yang sebenarnya

Teks mencatat tindakan Abraham tapi tidak mengevaluasinya positif. Abraham sudah menikahi Hagar sebagai istri (16:3) — penyerahannya kembali ke tangan Sarai dengan kata 'ada dalam kuasamu' mengabaikan tanggung jawabnya kepada Hagar sebagai istri. Pelarian Hagar ke padang yang berbahaya adalah konsekuensi dari keputusan Abraham yang melepaskan tanggung jawab.

✕  Sering dikira

"Bahwa Hagar melarikan diri membuktikan dia tidak taat dan berdosa — dia seharusnya menanggung perlakuan Sarai."

✓  Yang sebenarnya

Teks tidak mengevaluasi pelarian Hagar sebagai dosa. Malaikat TUHAN sendiri yang akan menemukannya di padang (16:7-9) dan akan memerintahkan dia kembali — tapi pertemuan itu menunjukkan Allah menghargai Hagar dengan serius, bukan menghukumnya karena melarikan diri. Pelarian Hagar adalah respons manusiawi terhadap penindasan, dan Allah merespons dengan hadir.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 16:6

Saat pemimpin atau orang yang kita percayai tidak mendukung, kita mungkin merasa ditinggalkan. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita; Dia peduli pada penderitaan kita, seperti yang akan terlihat pada Hagar.

Tuhan, saat aku merasa diperlakukan tidak adil, ingatkan aku bahwa Engkau selalu melihat dan peduli. Amin.