Sarai mengambil Hagar dan memberikannya kepada Abraham sebagai istri — sepuluh tahun di Kanaan
Kejadian 16:3
Hagar dan Ismael
“Jadi, setelah sepuluh tahun lamanya Abram tinggal di tanah Kanaan, Sarai, istri Abram mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, dan memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi istrinya.”Kejadian 16:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.”Kejadian 16:3 · TB
Terjemahan Baru
“Demikianlah Sarai memberikan Hagar kepada Abram untuk dijadikan selir. Pada waktu itu Abram sudah sepuluh tahun di Kanaan.”Kejadian 16:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Sarai menyerahkan Hagar kepada Abram untuk dijadikan istri berstatus budak. Hal ini terjadi sesudah mereka menetap di Kanaan selama sepuluh tahun.”Kejadian 16:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Sarai Abram’s wife took Hagar her maid the Egyptian, after Abram had dwelt ten years in the land of Canaan, and gave her to her husband Abram to be his wife.”Kejadian 16:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 16:3?
Setelah sepuluh tahun tinggal di Kanaan tanpa anak, Sarai memberikan Hagar kepada Abram sebagai istri. Ini menandakan titik balik di mana mereka memutuskan untuk menyelesaikan masalah tanpa menunggu janji Tuhan digenapi.
Latar belakang
Miqets eser shanim leshevet Avram be'erets Kena'an — setelah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan: detail waktu yang penting
Jadi, setelah sepuluh tahun lamanya Abram tinggal di tanah Kanaan, Sarai, istri Abram mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, dan memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi istrinya. Detail 'sepuluh tahun' adalah penanda waktu yang kritis. Abraham masuk Kanaan pada usia 75 tahun (12:4). Kini sudah 10 tahun — dia berusia 85 tahun. Sarai berusia 75 tahun. Janji keturunan (12:2, 15:5) sudah diberikan bertahun-tahun yang lalu tapi tidak ada anak. Sepuluh tahun menunggu. Akhirnya Sarai bertindak. Tindakan Sarai digambarkan dengan kata-kata yang formal dan kritis: dia 'mengambil' (vatiqah) Hagar dan 'memberikannya' (vatiten) kepada Abraham sebagai istri. Kata-kata yang sama digunakan di Kej. 3:6 saat Hawa mengambil buah dan memberikannya kepada Adam.
Di mana
Kanaan — tenda keluarga Abraham
Tindakan formal pernikahan Abram-Hagar · sepuluh tahun setelah memasuki Kanaan
Kapan
Sekitar 1875 SM — tepat 10 tahun setelah Abraham memasuki Kanaan
Formalisasi solusi Sarai — Hagar menjadi istri Abraham
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat tindakan formal Sarai: mengambil Hagar dan memberikannya kepada Abraham sebagai istri — tindakan yang sah secara hukum tapi akan membawa konflik besar
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang mengenal ketegangan antara janji Allah dan tindakan manusiawi untuk mempercepat penggenapannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַתִּקַּח שָׂרַי
vatiqah Sarai · mengambil
Dan Sarai mengambil — vatiqah (dan dia mengambil; dari laqah = mengambil; konsekutif imperfek feminin; tindakan yang aktif dan disengaja); Sarai (Sarai, subjek); kata yang sama digunakan di Kej. 3:6 saat Hawa mengambil buah — narator menyiratkan paralel dengan episode Eden.
וַתִּתֵּן אֹתָהּ
vatiten otah · memberikannya
Dan dia memberikannya — vatiten (dan dia memberikan; dari natan = memberi; konsekutif imperfek feminin); otah (dia perempuan, objek = Hagar); memberikan dalam konteks pernikahan = menyerahkan sebagai istri secara formal; kata yang sama digunakan di Kej. 3:6 saat Hawa memberikan buah kepada Adam — paralel Eden yang kedua.
לוֹ לְאִשָּׁה
lo le'ishah · untuk menjadi istrinya
Kepadanya sebagai istri — lo (kepadanya, kepada Abraham); le'ishah (sebagai istri/perempuan; dari ishah = perempuan/istri; dengan preposisi le = sebagai/untuk menjadi); Hagar naik status dari shifhah (hamba) ke ishah (istri) — perubahan status yang formal dan sah dalam hukum kuno.
Vatiqah Sarai eshet Avram et Hagar hamitsrit shifhatan miqets eser shanim leshevet Avram be'erets Kena'an vatiten otah le'Avram ish le'ishah (Dan Sarai istri Abram mengambil Hagar si Mesir hambanya setelah akhir sepuluh tahun tinggal Abram di tanah Kanaan dan memberikannya kepada Abram suaminya sebagai istri). Vatiqah... vatiten — mengambil dan memberikan. Kata-kata yang sama dengan Eden. Sepuluh tahun menunggu. Akhirnya tindakan manusiawi menggantikan penantian iman. Hagar naik dari hamba ke istri — dan konflik pun dimulai.
Tahukah kamu
Kronologi: berapa lama jarak antara lahirnya Ismael dan Ishak?
Abraham memasuki Kanaan pada usia 75 tahun (12:4). Hagar diberikan kepadanya 10 tahun kemudian (16:3) — Abraham berusia 85 tahun. Ismael lahir (16:15) — Abraham berusia 86 tahun. Abraham berusia 99 tahun ketika perjanjian sunat (17:1) dan Ishak dijanjikan dalam setahun. Ishak lahir ketika Abraham berusia 100 tahun (21:5). Jadi antara lahirnya Ismael (Abraham 86 tahun) dan Ishak (Abraham 100 tahun) ada jarak 14 tahun — di mana Ismael adalah satu-satunya putra Abraham. Selama 14 tahun Ismael mungkin dilihat sebagai anak perjanjian yang dijanjikan. Baru ketika Ishak lahir gambaran itu berubah. Ismael yang kelak menjadi nenek moyang orang Arab bermula dari keputusan Sarai di pasal 16 ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 16:3
Kejadian 3:6
vatiqah ... vatiten (mengambil ... memberikan) di 16:3 adalah kata kerja yang sama dengan Kej. 3:6 — narator secara sadar menyiratkan paralel: seperti Hawa mengambil dan memberikan kepada Adam, Sarai mengambil dan memberikan kepada Abraham, keduanya dengan konsekuensi yang berkepanjangan
“Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya... lalu ia mengambilnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya...”
Kejadian 12:4
Abraham masuk Kanaan usia 75 tahun (12:4); 10 tahun kemudian (16:3) dia berusia 85 tahun ketika Hagar diberikan kepadanya sebagai istri; detail usia membantu memahami berapa lama Abraham dan Sara sudah menunggu janji itu
“Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia. Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”
Galatia 4:22-24
Paulus menjadikan tindakan Sarai di 16:3 (memberikan Hagar kepada Abraham) sebagai titik mulai alegori dua perjanjian: Hagar/Sinai = ikatan hukum; Sara/Ishak = perjanjian anugerah yang menunggu waktu Allah
“Karena ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari perempuan yang merdeka dan seorang dari hamba perempuan... dan ini adalah suatu kiasan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 16:3
✕ Sering dikira
"Tindakan Sarai mengambil dan memberikan Hagar kepada Abraham adalah bukti bahwa poligami disetujui Allah dalam Alkitab."
✓ Yang sebenarnya
Teks mencatat tindakan ini tapi tidak mengevaluasi atau menyetujuinya secara eksplisit. Konsekuensi yang dihasilkan (konflik, penghinaan, penderitaan) adalah indikasi naratif bahwa ini bukan rencana terbaik. Rencana Allah selalu melalui Sarai (dikonfirmasi di 17:16-19). Alkitab mencatat poligami tapi tidak selalu menyetujuinya.
✕ Sering dikira
"'Setelah sepuluh tahun' adalah detail yang tidak penting dalam narasi."
✓ Yang sebenarnya
Detail sepuluh tahun sangat penting: menunjukkan Abraham sudah berusia 85 tahun sehingga janji keturunan semakin tampak tidak mungkin secara manusiawi; menunjukkan bahwa Sarai dan Abraham sudah sabar menunggu jauh lebih lama sebelum mengambil tindakan sendiri; membuat keputusan ini terasa dapat dimengerti meskipun salah arah.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 16:3
Tindakan Sarai mengajarkan kita bahwa keputusan yang terburu-buru atau tidak berdasarkan firman Tuhan bisa berakibat fatal. Kita perlu waspada, terutama saat tekanan hidup membuat kita ingin mengambil jalan pintas.
Tuhan, beri aku hikmat untuk membedakan kehendak-Mu dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan penting. Amin.