Keturunan Harun yang boleh makan
Imamat 6:18
Hak Khusus Imam
PerikopPersembahan Sajian · Imamat 6:14-18 →“Setiap laki-laki dari keturunan Harun boleh memakannya. Itulah ketetapan untuk selama-lamanya dari generasi ke generasi, yaitu dari persembahan dengan api untuk TUHAN. Semua yang menyentuhnya akan menjadi kudus.””Imamat 6:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap laki-laki di antara anak-anak Harun haruslah memakannya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun; itulah bagianmu dari segala korban api-apian TUHAN. Setiap orang yang kena kepada korban-korban itu menjadi kudus."”Imamat 6:18 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk selama-lamanya setiap orang laki-laki keturunan Harun boleh makan roti itu; itulah bagian mereka yang tetap dari makanan yang dipersembahkan kepada TUHAN. Orang lain yang menyentuh makanan yang sudah dikurbankan itu, akan mendapat celaka karena kekuatan kesuciannya.”Imamat 6:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap imam boleh memakan roti tersebut. Itulah bagian mereka turun-temurun dari berbagai makanan yang dipersembahkan di mezbah bagi-Ku. Selain imam, orang yang menyentuh roti itu akan celaka, karena roti itu suci dan dia tidak layak menyentuhnya.””Imamat 6:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“All the males among the children of Aaron shall eat of it. It shall be a statute for ever in your generations concerning the offerings of the LORD made by fire: every one that toucheth them shall be holy.”Imamat 6:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:18?
Hanya laki-laki dari keturunan Harun yang boleh memakan persembahan sajian tersebut, dan ini adalah ketetapan untuk selama-lamanya. Barangsiapa menyentuh persembahan itu menjadi kudus. Ini menunjukkan bahwa ada aturan khusus dalam hal yang kudus, dan kekudusan itu 'menular' secara rohani, tetapi juga harus dijaga agar tidak sembarangan.
Latar belakang
Hak makan untuk imam laki-laki
Tuhan menetapkan bahwa setiap laki-laki dari keturunan Harun boleh memakan kurban sajian. Ini adalah ketetapan yang berlaku selama-lamanya, dan siapa pun yang menyentuh persembahan itu akan menjadi kudus.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai, saat perkemahan Israel
Kapan
~1445 SM
Perjanjian Lama - Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima hukum Taurat
Kepada
Harun dan anak-anaknya
Imam besar dan keturunannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
זָכָר
zakhar · laki-laki
Laki-laki (gender)
זֶרַע
zera · keturunan
Benih, keturunan
נָגַע
naga · menyentuh
Menyentuh, bersentuhan
Hak makan terbatas pada laki-laki keturunan Harun, menegaskan peran imam yang gender-spesifik. Menyentuh kurban membuat seseorang kudus, menunjukkan kekudusan yang menular secara fisik.
Tahukah kamu
Sentuhan yang menguduskan
Orang yang menyentuh kurban maha kudus menjadi kudus, menunjukkan kuasa kekudusan yang menular.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:18
Bilangan 18:10
Hak imam
“Haruslah kamu memakannya di tempat maha kudus; setiap laki-laki boleh memakannya; haruslah itu kudus bagimu.”
Imamat 22:3
Keturunan Harun
“Katakanlah kepada mereka: Setiap orang dari keturunanmu yang menghampiri persembahan kudus ...”
1 Petrus 2:9
Imamat rohani
“Tetapi kamu adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:18
✕ Sering dikira
Mengira semua orang Israel boleh makan kurban sajian.
✓ Yang sebenarnya
Hanya laki-laki keturunan Harun yang boleh, dan itu pun di tempat kudus.
✕ Sering dikira
Berpikir 'menjadi kudus' berarti otomatis selamat.
✓ Yang sebenarnya
Kekudusan di sini berarti dipisahkan untuk tujuan Allah, bukan keselamatan otomatis.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:18
Ayat ini mengingatkan bahwa hal-hal kudus harus diperlakukan dengan hormat. Dalam hidup kita, ada hal-hal yang dikhususkan bagi Tuhan, seperti waktu, talenta, atau hubungan. Kita perlu menjaga kekudusan itu dengan tidak sembarangan. Juga, kita dipanggil untuk menjadi kudus, dan melalui Kristus, kita bisa menjadi 'kudus' bagi sesama.
Ya Tuhan, jadikan hidupku kudus, dan pakailah aku untuk menjadi berkat dan kekudusan bagi orang lain, Amin.