Hukum persembahan sajian untuk para imam
Imamat 6:14
Hukum Persembahan dan Kejujuran
““Inilah hukum tentang persembahan sajian: anak-anak Harun harus mempersembahkannya kepada TUHAN di depan mazbah.”Imamat 6:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Inilah hukum tentang korban sajian. Anak-anak Harun haruslah membawanya ke hadapan TUHAN ke depan mezbah.”Imamat 6:14 · TB
Terjemahan Baru
“Inilah peraturan-peraturan tentang kurban sajian untuk TUHAN. Kurban itu harus dibawa ke depan mezbah oleh seorang dari keturunan Harun.”Imamat 6:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Inilah peraturan tentang persembahan gandum-ganduman: Para imam harus membawa persembahan itu ke depan mezbah sebagai persembahan bagi-Ku.”Imamat 6:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And this is the law of the meat offering: the sons of Aaron shall offer it before the LORD, before the altar.”Imamat 6:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:14?
Ayat ini memperkenalkan hukum tentang persembahan sajian. Ini adalah persembahan berupa tepung halus, minyak, dan kemenyan yang dibakar di atas mezbah sebagai bau harum bagi TUHAN. Persembahan ini melambangkan penyerahan dan ucapan syukur atas berkat Tuhan, serta mengajarkan bahwa kita harus mempersembahkan yang terbaik dari apa yang kita miliki.
Latar belakang
Anak-anak Harun mempersembahkan sajian di depan mazbah
Setelah hukum tentang persembahan bakaran, kini giliran persembahan sajian (minkhah) — persembahan tepung yang melambangkan dedikasi hasil kerja manusia kepada Allah. Yang menarik, di sini yang mempersembahkan adalah anak-anak Harun, bukan orang biasa. Ada prosedur khusus untuk imam.
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang memberi instruksi liturgi kepada Musa
Kepada
Anak-anak Harun (para imam)
Keturunan Harun yang melayani di Kemah Pertemuan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִנְחָה
minkhah · persembahan sajian
Persembahan tepung atau hasil ladang — melambangkan dedikasi hasil kerja manusia kepada Allah.
בְּנֵי אַהֲרֹן
benei Aharon · anak-anak Harun
Keturunan Harun yang diurapi untuk melayani sebagai imam — mereka yang bertanggung jawab atas pelayanan kudus.
לִפְנֵי הַמִּזְבֵּחַ
lifnei hamizbeakh · di depan mazbah
Di hadapan mazbah — tempat yang spesifik, menunjukkan bahwa persembahan dilakukan di lokasi yang tepat dan terhormat.
Minkhah yang dipersembahkan oleh benei Aharon lifnei hamizbeakh menunjukkan bahwa imam bukan hanya fasilitator ibadah orang lain — mereka sendiri juga memiliki kewajiban persembahan yang spesifik kepada Allah.
Tahukah kamu
Minkhah — dari kata 'hadiah' atau 'upeti'
Kata Ibrani minkhah awalnya berarti hadiah atau upeti yang diberikan kepada raja atau penguasa. Ketika dipakai untuk persembahan kepada Allah, ini menggambarkan posisi manusia sebagai 'vazal' yang memberi upeti kepada Raja semesta alam dengan hasil kerja tangannya sendiri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:14
Imamat 2:1-3
Hukum persembahan sajian
“Apabila seseorang mempersembahkan persembahan sajian kepada TUHAN, persembahannya harus dari tepung halus.”
Mazmur 141:2
Persembahan sebagai doa
“Biarlah doaku naik seperti kemenyan di hadapan-Mu, dan tanganku yang kuangkat seperti persembahan bakaran petang.”
Roma 12:1
Persembahan hidup kepada Allah
“Mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan menyenangkan bagi Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:14
✕ Sering dikira
Bagian ini adalah pengulangan dari pasal 2
✓ Yang sebenarnya
Pasal 2 tentang persembahan sajian oleh orang biasa; pasal ini (ay. 14-18) tentang persembahan sajian yang dibawa kepada para imam oleh jemaat dan bagaimana imam menanganinya.
✕ Sering dikira
Semua persembahan sajian bisa dimakan oleh siapa saja
✓ Yang sebenarnya
Ada aturan ketat tentang siapa yang boleh memakan bagian mana dari persembahan sajian — diatur lebih lanjut di ayat berikutnya.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:14
Persembahan sajian mengingatkan kita untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan, bukan sisa atau yang tidak berguna. Dalam pekerjaan, pelayanan, atau hubungan, kita bisa bertanya: apakah kita memberi yang terbaik? Ini juga tentang rasa syukur yang diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti berbagi berkat dengan orang lain.
Tuhan, ajari aku memberikan yang terbaik dalam segala hal sebagai persembahan syukur kepada-Mu, Amin.