Api abadi — tidak pernah padam selamanya
Imamat 6:13
Hukum Persembahan dan Kejujuran
“Api itu harus terus-menerus menyala di atas mazbah, tidak boleh padam.’””Imamat 6:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."”Imamat 6:13 · TB
Terjemahan Baru
“(6:12)”Imamat 6:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Api pada mezbah harus dijaga agar tetap menyala, tidak boleh padam.””Imamat 6:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The fire shall ever be burning upon the altar; it shall never go out.”Imamat 6:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 6:13?
Ayat ini menekankan bahwa api di atas mezbah harus terus menyala dan tidak boleh padam. Ini melambangkan kehadiran Allah yang terus-menerus dan ibadah yang berkelanjutan. Api yang tidak padam juga mengajarkan pentingnya ketekunan dan kesetiaan dalam kehidupan rohani, bahwa ibadah bukan hanya saat tertentu, tetapi gaya hidup yang berkesinambungan.
Latar belakang
Penegasan final: api ini tidak boleh padam
Ayat ini berfungsi sebagai penutup dari bagian tentang persembahan bakaran. Perintah 'api tidak boleh padam' diulang dua kali dalam dua ayat berturut-turut (ay. 12 dan 13) — ini bukan kebetulan. Pengulangan dalam teks Ibrani adalah cara menekankan hal yang paling krusial.
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang memberi instruksi liturgi kepada Musa
Kepada
Harun dan anak-anaknya
Para imam Israel, keturunan Lewi yang diurapi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּמִיד
tamid · terus-menerus
Senantiasa, terus-menerus — kata yang muncul berulang kali dalam liturgi Ibrani untuk menunjukkan kewajiban yang tidak pernah berhenti.
לֹא תִכְבֶּה
lo tikhbeh · tidak boleh padam
Negasi mutlak — tidak boleh dipadamkan dalam kondisi apapun.
אֵשׁ
esh · api
Api — simbol kehadiran Allah yang aktif dan kudus dalam banyak tradisi Alkitab.
Tamid (terus-menerus) dan lo tikhbeh (tidak boleh padam) bersama-sama menciptakan perintah yang absolut. Api ini bukan simbol dekoratif — ini adalah tanda kehadiran dan komitmen Israel kepada Allah yang harus dijaga setiap saat.
Tahukah kamu
Api Kemah Pertemuan vs api Bait Salomo
Api di Kemah Pertemuan ini yang kemudian dibawa ketika Bait Salomo dibangun. Tradisi Yahudi meyakini bahwa api yang menyala di mazbah Bait Salomo adalah keturunan dari api yang pertama kali dinyalakan Allah sendiri di Imamat 9:24 — api ilahi yang harus terus dijaga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:13
Imamat 9:24
Api ilahi yang pertama
“Kemudian, keluarlah api dari hadapan TUHAN dan membakar persembahan bakaran dan lemak-lemak di atas mazbah. Ketika seluruh rakyat melihat itu, mereka bersorak dan sujud dengan mukanya ke tanah.”
2 Tawarikh 7:1
Api ilahi di Bait Salomo
“Ketika Salomo selesai berdoa, api turun dari langit dan memakan habis persembahan bakaran dan kurban-kurban itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Bait Suci.”
Ibrani 12:29
Allah sebagai api
“Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 6:13
✕ Sering dikira
Api boleh padam saat tidak ada persembahan
✓ Yang sebenarnya
Perintah 'tidak boleh padam' tidak memiliki pengecualian — api harus dijaga bahkan di antara waktu-waktu persembahan.
✕ Sering dikira
Ini hanya aturan simbolis, tidak praktis
✓ Yang sebenarnya
Imam bertanggung jawab penuh untuk menjaga api ini secara fisik — ada konsekuensi nyata jika api padam karena kelalaian.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 6:13
Api di mezbah yang terus menyala mengingatkan kita untuk menjaga 'api' iman kita tetap berkobar. Dalam keseharian, ini bisa berarti konsisten dalam doa, membaca Alkitab, dan tindakan kasih, bukan hanya saat merasa bersemangat, tetapi juga saat biasa-biasa saja. Jangan biarkan api itu padam oleh kesibukan atau kelesuan.
Tuhan, nyalakan terus api iman dalam hatiku, agar aku tetap setia beribadah dan mengasihi-Mu setiap hari, Amin.